Sekilas Tentang Sejarah Bahasa Turki


Saat awal-awal saya datang ke Turki, hampir orang-orang yang saya kenal, baik keluarga, kerabat maupun teman-teman saya bertanya, bahasa apa yang digunakan dinegeri Usmani ini? Bahasa Arab kah? Begitulah fikir mereka. Tetapi jawabannya, bukan. Turki mempunyai bahasa sendiri yang berbeda dari bahasa Arab. Walaupun dalam sejarahnya Turki pernah menggunakan huruf-huruf Arab pada masa Bahasa Turki Osman, tetapi tetap itu bukanlah bahasa Arab. Ia tetaplah bahasa Turki. Dalam artikel ini saya akan menjelaskan sejarah atau asal-usul Bahasa Turki secara singkat dan umum.

Dalam sejarah Bahasa Turki sendiri, ia memiliki beberapa masa sebelum akhirnya menjadi Bahasa Turki yang sekarang ini digunakan. Dimulai dari Anaaltay Dönemi, En Eski Türkçe Dönemi,  Ilk Türkçe Dönemi, Eski Türkçe Dönemi terus hingga Çağdas Türkçe Dönemi.

* Dönemi : Periode
Dari keterangan Ana Altay Dönemi, diketahui bahwa ternyata Bahasa Turki mempunyai rumpun yang sama dengan Moğolca (bahasa Mongol), Mançuca (bahasa Manchu), Korece (bahasa Korea) dan Japonca (bahasa Jepang).  Selain itu, beberapa kata dalam En Eski Türkçe (bahasa Turki paling kuno) mempunyai kemiripan dengan bahasa Sumeria, misalnya :

Bahasa Sumeria : Mae, Men (saya)
Bahasa Turki kuno : Men  (saya)
Bahasa Turki sekarang : Ben (saya)

Selanjutnya, pada masa bahasa Turki kuno, masih ada beberapa jenis bahasa Turki seperti Göktürkçe, Eski Uygur Türkçesi, Karahanlı Türkçesi, Harezm Türkçesi.
*Türk-çe : ca / ce / ça / çe : imbuhan pada bahasa Turki yang menunjukkan kebahasaan.
Tak hanya terhenti pada bahasa Turki kuno, bahasa Turki masih harus melewati beberapa periode lagi sampai pada bahasa Turki yang saat ini digunakan.

Alfabe atau huruf-huruf yang digunakan pun tidak selalu menggunakan alfabet seperti sekarang ini. Misalnya pada pada masa Göktürkçe. Atau seperti yang banyak orang ketahui, pada masa Turki masih berbentuk kerajaan Usman, bahasa Turki menggunakan huruf-huruf Arab. Tetapi bukan berarti mereka menggunakan bahasa Arab. Kalimat-kalimat yang digunakan tetaplah bahasa Turki. Seperti dalam sejarah Sastra Indonesia, adanya penggunaan huruf Arap-Melayu, begitu halnya dengan bahasa Turki Usmani itu. Walaupun dalam perkembangannya, seiring dengan semakin intensnya Turki berhubungan dengan bangsa-bangsa lain, semakin banyak pula kata-kata serapan yang masuk dan digunakan dalam bahasa Turki. Misalnya masuknya kata-kata dalam bahasa Arab, bahasa Perancis, bahasa Persia dan bahasa Inggris.
Contoh : Bahasa Turki Usman


Bahasa adalah hal yang luas juga untuk dipelajari. Bahkan bahasa pun mempunyai sejarahnya sendiri yang tidak bisa dijelaskan dalam satu artikel saja. Memahami sebuah bahasa pun tidak bisa setengah-setengah. Untuk itu dengan mempelajari sejarahnya kita dapat mengetahui asal-usul bahasa dengan jelas.

Ayudya Arum Cendani
Turkish Literature Department
Ondokuz Mayis University
Samsun - Turki

Muhabetten Muhammed Oldu Hasil , Muhammedsiz Muhabbeten Ne Hasil


Orang turki dan syair adalah seperti dua sisi uang logam yang tak dapat di pisahkan . bahkan ada sebuah pegangan orang orang turki jaman dahulu “ajarilah anak anak kalian tiga hal yaitu alkuran , ahlak dan syair makna ia akan menjadi individu yang cerdas” .

Kali ini saya akan mengupas tentang salah satu syair terkenal dalam bahasa turki dan maksud yang dikandungnya  “muhabetten muhammed oldu hasil , muhammedsiz muhabbeten ne hasil “ . muhabbet dalam bahasa turki sekarang berarti percakapan ,omongan  tapi jika kita menilik lebih jauh muhabbet juga berarti bersahabat , sesuatu yangdisukai dan bahkan kita bisa menafsirkanya sebagai cinta . “muhabetten muhammed oldu hasil , muhammedsiz muhabbeten ne hasil “ bermakna dari sebuah cinta maka lahirlah Muhammad dan tanpa Muhammad apalah hasil dari cinta “

Baginda nabi besar Muhammad (SAW) lahir dari cahaya cinta kasih Allah , illah semesta alam . maka karena seseorang yang dikasihinya itu diciptakanlah dunia dan isinya . seperti yang tersirat dalam alquran nur kerim , surat anbiya 107 “wama arsalna rahmatalil alamin “ biz seni ancak alemlere ney rahmet olarak gonderdik , Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. . maksud dari penciptaan alam semesta adalah bersumber dari muhabbet (cinta) . karena Allah menciptakan  dunia dan isinya untuk seseorang yang dicintainya .

Jika kita mencintai Muhammad maka Muhammadpun akan  mencintai kita , dan Allah mencintai apa yang dicintai oleh yang dicintainya . bagaimana cara mencintai Muhammad ? kita coba lihat pada surat  al ahzap 56 “ Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi[1229]. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”.
Bershalawat artinya: kalau dari Allah berarti memberi rahmat: dari malaikat berarti memintakan ampunan dan kalau dari orang-orang mukmin berarti berdoa supaya diberi rahmat seperti dengan perkataan:Allahuma shalli ala Muhammad.     Disurat ini tersirat jelas bahwa Allah sangat mencintai nabi besar SAW maka Dengan menjalankan sunahnya , bekerja sesuai dengan konsep dan cara yang diajarkannya , dan berusaha hidup dengan cara hidupnya  . Alahun akan mencintai kita  .

Wahyu Arief Adha
Ilahiyat Faculty
Ondokuz Mayis University
Samsun - Turkey

Mengenal Said Nursi Lebih Dekat


Bediüzzaman Said Nursi lahir pada tahun 1873 di Bitlis daerah timur anatolia, tepatnya di daerah Hizan kampung Nurs. Beliau adalah anak ke empat dari tujuh bersaudara dari pasangan Mirza dan Nüriye. Sejak kecil Said Nursi memiliki kecintaan terhadap ilmu. Selain belajar terhadap kedua orang tua, beliau selalu menantikan kedatangan kakaknya Abdullah untuk mengajarkan kembali ilmu yang telah di dapatnya dari madrasah. Walaupun umurnya belum mencukupi Said Nursi kecil tetap bersikeras untuk masuk madrasah dikarenakan kakaknya belum mampu menjawab akan rasa dahaganya Said Nursi terhadap ilmu. Akhirnya Said Nursi masuk madrasah di desa Tag bersama kakaknya Abdullah.

Setelah belajar dari satu madrasah ke madrasah lain dan mendapatkan hasil yang memuaskan, Said Nursi remaja di rekomendasikan untuk belajar kepada Syaikh Muhammed Celali di daerah Beyazid. Ilmu yang seharusnya diselesaikan dalam waktu bertahun-tahun beliau selesaikan dalam waktu yang singkat. Syaikh Muhammed Celali lalu memberinya gelar Molla (Guru Besar). Molla Said Nursi melanjutkan perjalanannya ke Sirvan tempat kakaknya Abdullah mengajar, terus ke daerah Siirt. Karena ketidakpercayaan Syekh Fetullah Efendi selaku ulama besar di Siirt akan gelar ulamanya Molla Said Nursi di usia yang masih remaja, beliau memberikan satu buku yang belum pernah Said Nursi baca dan mengujinya. Setelah mendapatkan hasil yang memuaskan dan membuat takjub Syekh Fetullah Efendi. Molla Said Nursi di beri gelar Bediüzzaman (Keajaiban Zaman). Mulai saat itu beliau dipanggil Bediüzzaman Said Nursi. Tak ayal karena gelarnya ini banyak kalangan yang memusuhinya bahkan berusaha mencelakakannya.

                   Kediaman Said Nursi di kota Barla, Turki

Di Mardin namanya sangatlah terkenal dan ratusan orang berbondong-bondong mengikuti pengajiannya. Saat di Mardin Said Nursi mulai memperluas wawasannya tentang kondisi dunia islam dan dunia, dan mulai tertarik untuk memahami urusan politik dan masalah sosial yang menimpa kekhalifahan Turki Usmani saat itu. Turki Usmani masa itu diibaratkan seperti singa yang kehilangan taring dan kekuatannya sehingga musuh-musuhnya tak segan-segan mempermainkannya. Menurutnya satu-satunya cara untuk mengembalikan lagi kejayaan Turki Usmaniyah adalah dengan cara mengembalikan konstitusi negara kepada hukum islam sepenuhnya. Maka untuk mengawalinya Said Nursi mulai menjalin hubungan dan saling bertukar pikiran dengan orang yang memiliki pemikiran yang sama dengannya seperti Jamaludin Al-Afghani dengan Pan-Islamisme nya.

Di kota Van, selain mengajar ilmu islam Said Nursi mulai menggiatkan belajar ilmu modern dan membentuk madrasah yang mengajarkan ilmu islam dan modern. Suatu hal yang langka di masa itu. Saat itu Turki Usmani mengalami kemunduran dan banyak daerah kekuasaannya memerdekakan diri seperti Tunisia yang kembali dijajah perancis setelah 4 tahun bebas, juga Mesir, Sudan dan lainnya. Dan hal tersebut mempengaruhi dunia islam.
Untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya Al-Qur’an dan madrasah, Said Nursi menjelajahi daerah-daerah timur Anatolia. Setelah madrasah lalu beliau berencana untuk mendirikan Universitas yang ia namai Madrasatuz Zahra. Untuk mewujudkan hal tersebut Said Nursi harus meminta izin ke Istanbul yang masa itu telah dikuasai oleh orang-orang yang berpikiran ala eropa. Dengan bantuan Gubernur Tahir Pasya Said Nursi berangkat ke Istanbul.

           Tempat Tidur Said Nursi beserta Buku-Buku Karya Beliau

Di Istanbul Said Nursi banyak bertemu dan bertukar pemikiran dengan cendikiawan-cendikiawan terkemuka. Karena gagasannya lewat lisan tidak di dengar,  Said Nursi menulis gagasannya lewat media massa dan mengkritik kebijakan pemerintah yang menggalakan pendidikan umum yang sekuler tapi membabat habis madrasah-madrasah. Said Nursi ditangkap dan dibawa ke meja pengadilan, akan tetapi karena kejujurannya Said Nursi dibebaskan. Ditengah keadaan istanbul yang makin dikuasai oleh budaya eropa, Said Nursi berulangkali menyuarakan akan pentingnya konstitusi dan musyawarah berlandaskan syariat islam dibandingkan konstitusi absolut. Setelah peristiwa 13 April 1909 dan segala provokasi serta tragedinya yang mengakibatkan lengsernya tampuk kekuasaan Sultan Abdul Hamid II sebagai khalifah terakhir Turki Usmaniyah, Said Nursi pergi ke Izmit untuk menenangkan diri, lalu kembali ke Van.

Ketika Perang Dunia I meletus dan Turki menjadi pesertanya, Said Nursi ikut berjuang di garis depan dan membela tanah airnya dari serangan-serangan pasukan Rusia dan Armenia. Berbulan-bulan Said Nursi bersama pasukannya melakukan penyerangan dengan cara gerilya dan menyelamatkan penduduk yang tersisa dari bahaya. Sejak 3 Maret 1916 Bitlis jatuh dan Said Nursi bersama kawan-kawannya jadi tahanan. Setelah mendapat izin untuk melakukan shalat 5 waktu, di tempat penahanan pun Said Nursi tidak lupa memberikan pengajian kepada kawan-kawannya. Pada 1918 PD I berakhir dan Turki keluar sebagai pihak yang kalah. Selain mengalami kebangkrutan yang besar Turki pun harus rela melepaskan daerah kekuasaanya satu persatu. Ketika Turki dilanda kehancuran muncullah tokoh Mustafa Kemal Ataturk dan para tokoh nasional sekuler turki lainnya dengan Türkiye Büyük Millet Meclisi (Majelis Agung Nasional turki) nya.


Berbagai buku islam maupun modern telah ia pahami, ilmu-ilmu penalaran pun telah beliau kuasai. Said nursi merasa semua itu belum cukup untuk menghadapi bahaya besar yang akan menghadang bangsanya. Dalam renungannya ia mendapat ilham bahwa dengan hanya satu kiblat saja umat islam akan selamat dari kegelapan, yaitu Al-Qur’an. Dari situlah muncul karya besar Rasail Nur. Peristiwa itu Said nursi anggap sebagai kelahiran Said baru. Pada 2 Oktober 1923 Majelis Agung Nasional mendeklarasikan Republik Turki dan mengangkat Mustafa Kemal sebagai presiden pertamanya. Musibah demi musibah terjadi, segala hal yang beratributkan agama islam dilarang sampai-sampai ibukota Turki pun dipindahkan ke Ankara untuk melepaskan diri dari pengaruh islam di istanbul. Begitupun Said Nursi sebagai ulama besar yang tidak mau bekerjasama dengan pemerintahannya Mustafa Kemal Ataturk beliau diasingkan. Mulai dari pengasingannya di Istanbul lalu ke Burdur.

Meskipun hidup di pengasingan Said Nursi tidak pernah ketinggalan untuk memberikan ajaran-ajaran islam kepada sekitarnya. Akhirnya para penguasa merencanakan untuk mengasingkan Said Nursi ke tempat yang jarang penduduknya, maka dipilihlah daerah Barla. Awalnya penduduk Barla menjauhi Said Nursi, tetapi lama kelamaan mereka tahu akan sifatnya Said Nursi. Dan mulailah mereka belajar islam kepada Said Nursi. Justru di Barla lah Said Nursi bisa berkonsentrasi menulis Risale Nur sebagai pantulan dari kalimat-kalimat agung Al-Qur’an. Said Nursi dibantu oleh murid-muridnya menulis Risale Nur dengan hati-hati, dan menyebarkannya berupa kumpulan kata (sözler) ke desa-desa, kota ke kota, hingga ke seluruh turki. Barla menjadi tempat lahirnya Risale Nur dan Isparta pusat penyebarannya, derasnya Risale Nur tak bisa dibendung. Risala Nur memberikan sumbangan besar melindungi dari hilangnya teks Al-Qur’an masa itu.

Gerakan Said Nursi tercium oleh pemerintah dan Said Nursi beserta murid-muridnya di periksa habis-habisan. Said Nursi dimasukkan ke penjara yang tak layak dihuni, dari satu penjara ke penjara lain mulai dari Isparta, Eskişehir, Denizli, Afyon. Walaupun 25 tahun hidup dari satu penjara ke penjara lain Said Nursi tetap menulis Risala Nur dengan dibantu oleh murid-muridnya. Pada 23 Maret 1960 Bediüzaman Said Nursi wafat pada usia 82 tahun di Şanliurfa. Pada 12 Juli 1960 Millî Birlik Komitesi memutuskan untuk memindahkan kuburan Bediüzaman Said Nursi ke suatu tempat yang tak diketahui entah itu dimana.

Hikmat Purnama
Ilahiyat Faculty
Ondokuz Mayis University
Samsun, Turkey

Biografi Singkat Mustafa Kemal Ataturk


Presiden pertama Turki ini lahir pada tangal 12 Maret 1881 di Selanik, Ottoman (sekarang Thesaloniki, Yunani). Mustafa merupakan nama pemberian dari ayahnya Ali Riza Efendi dan ibunya Zubeyde Hanim. Sedangkan Kemal yang berarti kesempurnaan merupakan nama pemberian dari guru matematikanya karena kecerdasannya dalam bidang akademik. Dan pada tanggal 24 November 1934 Majelis Agung Turki memberikan kepada Mustafa Kemal nama ‘Atatürk’ yang berarti ‘Bapak Bangsa Turki’.

Kehancuran Imperium Turki Usmani pada tahun 1918 setelah kekalahan perang yang dideritanya bersama, Jerman dan Austria adalah akhir dari sejarah masyarakat Islam imperial. Klimaks dari perjalanan sejarah imperium Islam ini kemudian menjadi awal bagi perkembangan baru masyarakat Islam abad ke-19 di Turki. Tumbuhnya semangat nasionalisme dan kebangsaan masyarakat Turki serta upaya mereka untuk bangkit dari keterpurukan situasi negara yang telah hancur akhirnya menjadi tonggak berdirinya negara Republik Turki.

Tahun 1920 sebuah gerakan revolusi yang dikomando oleh Mustafa Kemal Atatürk  melahirkan perjuangan kemerdekaan bangsa Turki yang diawali dengan pembentukan Majelis Nasional Agung (Grand National Assembly). Melalui berbagai gerakan perjuangan pembebasan Turki dari penjajahan asing serta pesan strategisnya di atas panggung politik, pada tahun 1923 ia akhimya dapat mengukuhkan diri sebagai Presiden Republik Turki.

Di bawah rezim pemerintahannya Republik Turki pernah dicap sebagai negara sekuler anti Islam. Bahkan, dengan sikap diktatorial rezim pemerintahannya, ia berhasil mengomando pengikutnya di dalam parlemen pemerintahan Turki untuk menghapus lembaga kesultanan dan kekhalifahan Islam. Selain tindakan radikal yang ia lakukan tadi, dengan serentetan program pembaruan (sekularisasi) Turki yang ia lakukan sejak tahun 1923 sampai dengan tahun 1938, Mustafa Kemal juga dianggap telah mencerabut akar dogmatisme Islam dari masyarakat Turki, dan menjauhkan nilai-nilai Islam yang telah menjadi tradisi dalam kehidupan masyarakat Turki tersebut dengan dalih modernitas dan pembaruan.

               Kapal Bandirma saat Ataturk berlabuh ke Samsun
Atatürk pernah mengatakan: "Kebudayaan adalah dasar dari Republik Turki." Pandangannya tentang kebudayaan termasuk warisan kreatif bangsanya sendiri dan apa yang dipandangnya sebagai nilai-nilai yang mengagumkan dari peradaban dunia. Terutama sekali ia menekankan humanisme. Ia pernah menggambarkan tekanan ideologis Turki modern sebagai "suatu kreasi patriotisme dicampur dengan gagasan humanis yang luhur."
Untuk membantu pencampuran sintesis seperti itu, Atatürk menekankan perlunya memanfaatkan unsur-unsur warisan nasional bangsa Turki dan bangsa Anatolia (termasuk budaya-budaya pribuminya yang kuno) serta kesenian dan teknik dari peradaban-peradaban dunia lainnya, baik pada masa lalu maupun sekarang. Ia menekankan perlunya mempelajari peradaban-peradaban Anatolia kuno, seperti bangsa Het, Frigia, dan Lidia. Kebudayaan Turki pra-Islam menjadi pokok penelitian yang luas, dan tekanan khusus diberikan kepada kenyataan bahwa -- jauh sebelum peradaban Seljuk dan Ottoman -- bangsa Turki telah memiliki kebudayaan yang kaya. Atatürk juga menekankan kesenian rakyat di pedesaan sebagai mata air kreativitas Turki.
                                    Kapal Bandirma yang sekarang menjadi Museum
Kesenian visual dan plastik -- yang perkembangannya ditahan oleh sebagian pejabat Ottoman dengan anggapan bahwa penggambaran wujud manusia adalah bentuk penyembahan berhala, berkembang di bawah masa kepresidenan Atatürk. Banyak museum yang dibuka; arsitektur mulai mengikuti arus yang lebih modern; dan musik, opera, dan balet klasik barat, serta teater, juga mengalami kemajuan besar. Ratusan "Wisma Rakyat" dan "Ruang Rakyat" di seluruh negeri memungkinkan akses yang lebih luas terhadap berbagai kegiatan kesenian, olah raga dan acara-acara kebudayaan lainnya. Penerbitan buku dan majalah juga meningkat pesat, dan industri film mulai berkembang.
Mustafa Kemal memiliki visi sekuler dan nasionalistik dalam programnya membangun Turki kembali. Ia dengan keras menentang ekspresi kebudayaan Islam yang asli terdapat di kalangan rakyat Turki. Penggunaan huruf Arab dilarang dan negara dipaksa untuk beralih ke abjad yang berbasis Latin yang baru. Pakaian tradisional Islam, yang merupakan pakaian kebudayaan rakyat Turki selama ratusan tahun, dilarang hukum dan aturan berpakaian yang meniru pakaian barat diberlakukan.
Kemal meninggal dunia pada 10 November 1938 dalam usia 57 tahun karena kelelahan yang luar biasa akibat berat dan banyaknya tugas yang ada setelah sakit yang berkepanjangan karena sirosis hati.
                     Monumen Ataturk yang ada di Kota Samsun, Turki
Wajah dan nama Atatürk terlihat dan terdengar di mana-mana di Turki: potretnya dapat dilihat di semua bangunan umum, di sekolah-sekolah, di segala jenis buku sekolah, di semua uang kertas Turki, dan di rumah-rumah banyak keluarga Turki. Bahkan setelah bertahun-tahun, ada kebiasaan bahwa pada pukul 9.05 pada 10 November (bertepatan dengan saat kematiannya), diadakan upacara-upacara peringatan. Banyak kendaraan dan orang yang akan berhenti selama satu menit, untuk mengenangnya, di seluruh negeri pada pukul 9.05 pagi.
Atatürk berusaha untuk memodernisasi dan mendemokratiskan sebuah Republik Turki yang baru dari sisa-sisa Kekaisaran Ottoman. Dalam upayanya ini, Atatürk telah menerapkan pembaruan-pembaruan yang meluas, yang akibatnya telah mendekatkan Turki kepada Uni Eropa sekarang. Tekanan yang diberikan kepada sekularisme dan nasionalisme juga telah menimbulkan konflik pada tingkat tertentu di dalam masyarakat. Sebagian pemeluk Islam yang taat merasa gagasan sekularisme ini bertentangan dengan ajaran Islam, dan mengkritik negara karena tidak memberikan kebebasan yang penuh dalam agama. Di Turki hingga saat ini Islam masih dibatasi dan kaum perempuan tidak diizinkan mengenakan kerudung di bangunan-bangunan umum. Kelompok etnis minoritas seperti orang-orang Kurdi juga telah berusaha memperoleh hak-hak budaya yang lebih besar, yang pada masa lampau telah dibatasi karena dikembangkannya nasionalisme Turki.

    Makam Mustafa kemal Ataturk yang sekarang menjadi Museum, terletak di  Ankara, Turki
Kemal meninggal dunia pada 10 November 1938 dalam usia 57 tahun karena kelelahan yang luar biasa akibat berat dan banyaknya tugas yang ada setelah sakit yang berkepanjangan karena sirosis hati. Meskipun terdapat konflik-konflik ini, Atatürk tetap dihormati di seluruh Turki dan prinsip-prinsipnya tetap merupakan tulang punggung politik Turki modern.
Mustafa Kemal di Samsun


Bertepatan pada tanggal 19 Mei 1919 Mustafa Kemal dan 18 prajuritnya dengan menumpangi kapal Bandırma melabuh di Samsun. Kejadian ini dikenal dengan ‘Kurtuluş Şavaş’ yang berarti Perang kemerdekaan karena di Samsunlah Mustafa Kemal dan para prajurit mulai menyusun rencana kemerdekaan negara Turki tesrsebut. Dalam waktu satu minggu di Samsun dan 17 hari di Havza (kecamatan di Samsun) Mustafa Kemal dan prajurit mempelajari keadaan wilayah-wilayah lain di Turki untuk menyusun strategi perang. Dan setelah dari Havza Mustafa Kemal melanjutkan perjalanan ke Amasya (2 jam dari Samsun).

Riski Haris Munandar
Mahasiswa Jurusan Biologi 
Ondokuz Mayis University
Samsun Turki 

Struktur Kepengurusan PPI Samsun Periode 2014 - 2015




Spring Festival 2014

                                                Stand Indonesia di Spring Festival 2014

Turki adalah negara yang memiliki 4 musim dikarenakan letak geografinya. Selalu ada cara tersendiri bagi mereka untuk merayakan tiap musimnya. Untuk bulan Mei sekarang ini adalah saatnya musim semi. Biasanya lembaga pendidikan seperti sekolah maupun universitas menyelenggarakan berbagai festival menarik. Selain lembaga pendidikan, Pemerintah juga selalu mengadakan acara maupun festival-festival untuk menyambut datangnya musim semi. Momen kali ini memang tepat untuk kami berbangga pada Indonesia. "We are Indonesian" Ya! kami adalah orang Indonesia. Di musim semi tahun 2014 ini, kami ikut berpartisipasi dalam festival tahunan yang diadakan oleh sebuah Organisasi Pelajar Internasional . Festival ini juga didukung oleh pemerintah Turki. Oleh karena itu acaranya diadakan di pusat alun-alun kota. Acara Spring Festival tahun ini diadakan secara bersamaan di berbagai kota di Turki pada tanggal 10-11 Mei 2014. Dan untuk kota Samsun tempat penyelenggaraannya di Samsun Cumhuriyet Meydanı. Nama acara resmi ini yaitu "7. Uluslararası Öğrenci Buluşması" yang artinya kurang lebih "Pertemuan Pelajar Asing ke-7" yang bermaksud pertemuan semua pelajar asing yang masih menimba ilmu di tanah Turki. Acara ini diisi oleh kurang lebih sekitar 55 negara dan lebih 2.900 orang yang diundang dan belum termasuk penduduk setempat yang menghadiri acara tersebut. Setiap negara mendapatkan jatah satu stand untuk diisi dengan pernak-pernik unik khas dari masing-masing negara. Dengan berdirinya stand-stand setiap negara, mereka berkesempatan untuk memperkenalkan khas dan kultur dari negara mereka sendiri. Kami mendapatkan jatah stand yang lokasinya mungkin terbilang kurang strategis, namun tak pernah sedikitpun menghambat kami untuk berjuang memperkenalkan Indonesia ke mereka. Di stand kedua dari pojok kiri itu milik kami, yang terlihatnya memang sederhana tapi membahana luar biasa.

                                 berbagai jenis gantungan kunci dan pernak-pernik lainnya

Hari pertama, dari stand Indonesia kami menghadirkan berbagai pernak-pernik seperti gantungan kunci khas Indonesia, kumpulan kartu pos lucu bergambar tempat-tempat pariwisata di Indonesia, beberapa tas dan dompet kecil, juga ada seruling bambu khas tanah Sunda. Meskipun pernak-pernik yang kami hadirkan berukuran kecil, tapi sungguh menarik minat pengunjung begitu besar. Gantungan kunci sekecil itu mampu mendatangkan ratusan pengunjung. Bahkan sebagian besar mereka merasa kagum akan motif yang terdapat di gantungan kuncinya. Tak sedikit juga dari mereka yang penasaran dan mencoba langsung untuk meniup seruling khas Sunda, meskipun tak tahu bagaimana cara memainkannya namun terlihat jelas di wajah mereka rona kebahagiaan mengenal Indonesia. Pernak-pernik yang kami pamerkan ternyata mampu menyerap banyak perhatian dari pengunjung acara Spring Fest ini. Banyak dari mereka yang berniat membeli pernak-pernik yang terpampang di meja pameran kami. Tanpa disangka ada seorang bapak-bapak paruh baya yang sangat berkeinginan kuat untuk membeli dompet anyaman yang terdapat di meja pameran kami bersama gantungan kunci lainnya. Entah kenapa bapak ini begitu tertarik dengan dompet tersebut. Namun dengan sangat terpaksa kami tak bisa menjualnya, karena kami mendirikan stand di sini niat awalnya untuk mengenalkan Indonesia.

                tampilan tumpeng nasi kuning yang kami buat spesial untuk Spring Festival 2014

                                          pengunjung sedang mencicipi makanan Indonesia

Tidak lupa meja di bagian makanan Indonesia yang letaknya disebelah meja pernak-pernik ternyata tidak kalah unik. Ini yang paling menarik perhatian semua pengunjung. Nasi tumpeng. Ya! kami menghadirkan nasi tumpeng sebagai makanan utama. Dihias secantik mungkin, juga ditambah dengan potongan wortel yang membentuk tulisan "Türkiye" dan "Endonezya". Stand di bagian makanan ini bisa dibilang yang paling ramai  pengunjungnya, karena ini merupakan ciri khas dimana orang Turki belum pernah sama sekali melihatnya. Untuk tumpengnya kita letakkan di meja paling depan. Sengaja kami lakukan demikian untuk menarik perhatian pengunjung dari kejauhan. Ternyata cukup berhasil usaha kami, mereka berbondong-bondong mendatangi stand kami. Ada yang bertanya bagaimana cara membuatnya, seberapa rumitkah proses pembuatannya, butuh waktu berapa lama dalam membuatnya, berapakah orang yang turun adil dalam prosesnya, bahan apa sajakah yang digunakan, bagaimana bisa nasi putih berubah menjadi nasi kuning, dan masih banyak lagi pertanyaan unik dari mereka. Untuk mengobati rasa penasaran para pengunjung akan tumpeng yang kami pamerkan, kami juga menyediakan nasi kuning untuk dicicipi para pengunjung yang benar-benar penasaran ingin mencicipinya langsung. Terlihat antusias mereka mengantri panjang demi mendapatkan nasi kuning yang kami bagikan. Selain nasi kuning, kami juga menyediakan es buah, agar-agar dan risoles untuk dinikmati pengunjung. Ekspresi mereka ketika mencicipi makanan yang kami suguhkan ke mereka sungguh luar biasa, mungkin karena di negeri Turki ini citarasa makanan kami tak bisa mereka dapati.

                               Muhsin dan Tasya yang merupakan Ambassador hebat kami

               beberapa tampilan screenshot dari Instagram yang berhasil kami kumpulkan

Satu lagi yang membuat stand kami semakin meriah, yaitu di bagian Foto Stand. Stand yang kami dirikan sengaja di desain sedemikian rupa dengan strategi menarik minat pengunjung sebesar-besarnya. Setelah kami pasang strategi dengan meletakkan meja tumpeng di deretan depan, kami juga menempatkan 2 orang ambassador kami yaitu Muhsin Abdul Hadi dan Tasya Anandita di depan stand, tepatnya di dekat papan promosi bergambar wisata di Indonesia. Tujuannya selain untuk menarik minat pengunjung agar berdatangan, dan bisa foto bersama 2 ambassador kami. Juga untuk mempromosikan Indonesia, karena secara tanpa sadar ketika mereka foto dengan 2 orang Ambassador kami, foto mereka akan memiliki latar belakang foto tempat wisata di Indonesia. Hampir semua pengunjung yang lalu lalang berfoto dengan mereka. Kami memiliki strategi agar Indonesia selalu diingat para pengunjung, dengan selalu memberikan ucapan selamat datang dengan cara kedua tangan ditangkupkan dan kemudian diangkat sedada, sebagai simbol salam khas dari Indonesia. Salam seperti ini juga kita aplikasikan kepada kedua ambassador kami. Jadi setiap mereka berdua foto bersama pengunjung mereka akan bergaya salam ala Indonesia. Sangat luar biasa ternyata para pengunjung tertarik dengan cara salam yang kita lakukan, dan merekapun tak segan-segan membalasnya dengan cara yang sama pula bahkan ketika foto bersama kamipun mereka juga bergaya salam yang sama ala Indonesia. Stand foto ini memang yang ditunggu-tunggu pengunjung karena ini sebagai bentuk kenangan seperti "Ini lho foto saya bersama orang Indonesia!" alasan kenapa kami membuat strategi foto stand sebenarnya cukup sederhana, di zaman sekarang ini semakin banyak pengguna jejaring social seperti facebook, twitter, ataupun instagram. Setelah mereka cukup tertarik dengan Indonesia, kemudian mereka berhasil foto bareng Ambassadornya, lalu mereka akan mengunggah foto tersebut ke akun jejaring sosial yang mereka punya, dengan begitu tanpa sadar mereka juga ikut andil dalam mempromosikan Indonesia. Ternyata strategi kami cukup ampuh, karena malam hari setelah acara selesai kami coba mengecek jejaring sosial bernama Instagram yang fungsi khususnya untuk mengunggah foto, lalu kami masukan kata kuncinya #Endonezya dan kemudian muncullah foto-foto 2 orang Ambassador kami memenuhi hasil pencarian yang ditemukan system jejaring sosial Instagram.






                      penampilan permainan alat musik dari pelajar asal negara Kirgistan

               penampilan khusus dari panitia berupa tarian Karadeniz (tarian daerah Laut Hitam)

Acara Spring Festival tahun 2014 ini juga diisi dengan berbagai hiburan seperti tari tradisional dari masing-masing negara, adapula beberapa dari mereka yang menyanyikan lagu asal negara mereka masing-masing, mereka juga membawakan lagu dan puisi dalam bahasa Turki, selain itu ada juga pertunjukan drama dan juga diisi oleh bintang tamu penyanyi nasyid Mesut Kurtis di hari kedua. Di berbagai stand, ada beberapa negara yang memainkan alat musik tradisionalnya. Ada juga yang menuliskan nama negara mereka dalam tulisan dan huruf mereka sendiri, seperti beberapa negara arab yang menuliskannya dengan huruf Arabic dan negara Thailand yang menuliskannya dengan huruf Thailand yang terlihat sangat menarik karena jarang sekali bisa kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Yang menarik di stand Pakistan, karena mereka membuatkan Hena/Inai/Pacar kepada para pengunjung. Dari Turki sendiri mereka menghadirkan stand pembuatan Ebru, yaitu seni peninggalan Kerajaan Utsmaniyah zaman dulu.

                                  foto bersama setelah stand kami tutup di hari kedua 

                         foto bersama di akhir upacara penutupan Spring Festival 2014

Di hari kedua pun sama seperti hari sebelumnya. Namun acara lebih meriah karena semakin banyak hiburan dan merupakan hari penutup acara. Juga kehadiran Mesut Kurtis yang membuat pengunjung semakin ramai. Acara Spring Festival tahun 2014 ini adalah kesempatan kami untuk memperkenalkan Indonesia. Tahun ini adalah kali pertama Indonesia turut hadir membuka stand di acara tersebut. Karena di tahun sebelumnya tidak ada stand dari Indonesia untuk wilayah kota Samsun.Kami juga ingin membuat warga Turki tahu kalau “ini lho Indonesia!” kami merasa bangga dan senang melihat ketertarikan pengunjung terhadap stand Indonesia dan juga beberapa respon positif yang kami terima. Semoga hal ini tdak membuat kami merasa sombong, tapi sebagai pemicu agar lebih baik lagi di Spring Festival tahun depan. Görüşürüz! ^_^

                                    tim kami sedang hormat kepada sang saka Merah Putih

                    salam perpisahan dari kami dan sampai jumpa di Spring Fest tahun depan

Mia Siti Nurazizah
Ondokuz Mayis University
Ilahiyat Faculty

Tercih Edilen İnsandır


Tercih edilen, yıllardan önce.
Hatırlanan, şimdiye kadar.
Özlenilen, karşılaşılmadığı halde.
Tercih edilen olarak inanılan.
Samimi olarak katlanılan.

Samimiyetin dağlar gibidir.
Yumuşaklık olarak sakinlik vermiş.
Kuran'la imanı doyurmuş.
Sabırıyla yağmurlar yağmış.
Baltayla kesmeyi denedikleri halde, gücü değişmemiştir.

Tercih edilen insandır.
Hatırlanan insandır.
Özlenilen insandır.
Sevdiğimiz,
Allah'ın sevdiği insandır.

12/03/2014
Ayudya Arum Cendani
Jurusan Bahasa dan Sastra Turki
Ondokuz Mayıs Üniversitesi
Samsun, Turki