Indonesia Bukan di Afrika


Kisah ini berawal ketika saya berkunjung ke salah satu sekolah dasar yang letaknya tak jauh dari tempat saya tinggal. Tujuan saya sekedar berkunjung ke sekolah tersebut untuk melihat bagaimanakah proses belajar mengajar di sekolah dasar yang ada di negeri turki ini, tanpa disangka ternyata kunjungan saya ke sekolah meninggalkan kenangan unik tersendiri bagi saya. Saat itu setelah sampai di sekolah tersebut, salah seorang guru langsung mengajak saya masuk ke ruang guru untuk diperkenalkan ke guru guru lainnya. Dengan baiknya mereka menyambut kedatangan saya, bahkan salah satu dari mereka menjamu saya dengan segelas teh panas. Segelas teh tersebut menemani obrolan kami.

Salah satu guru mulai bercerita tentang Indonesia yang selama ini dia tau. Dia menceritakan pengalamannya ketika menunaikan Ibadah haji di tanah suci, dan bertemu dengan rombongan haji asal Indonesia. Dia menceritakan tentang keramahan orang Indonesia yang ia temui ketika melaksanakan ibadah Haji.Setelah menceritakan kisahnya, guru tersebut langsung melontarkan sebuah pertanyaan unik, beginilah pertanyaannya saat itu “apakah orang Indonesia dilarang menikah sebelum mereka melaksanakan Ibadah Haji?” sayapun berusaha menjawab pertanyaan tersebut sebaik mungkin dengan bekal bahasa Turki saya yang masih sangat minim saat itu. Saya jelaskan ke mereka bahwa aturan semacam itu tidak ada di Indonesia, tapi pada umumnya sebagian masyarakat Indonesia yang sudah mampu, mereka menyegerakan niat mereka untuk melaksanakan Ibadah Haji meskipun umur mereka terbilang masih muda. Kemudian salah satu guru di ruangan tersebut menceletuk “waah hebatnya pemuda muslim di Indonesia J, mereka begitu bersemangat untuk melaksanakan rukun islam yang kelima”. Selang beberapa detik setelah celetukan dari guru tersebut, ada guru lain yang mulai menceritakan lagi tentang beberapa hal yang ia tau tentang Indonesia. Beginilah percakapan kami :

Guru : waaah ternyata selama ini saya gak salah jika menganggap Indonesia adalah Negara dengan penduduk muslim paling besar di dunia J
Saya : Iya pak, meskipun demikian ada beberapa kepercayaan lain di Negara kami seperti kristian, katolik, hindu dan budha, namun kami hidup berdampingan dan saling toleransi.
Guru : hebat Negara kalian. Indonesia juga tanahnya subuh kan? Banyak jenis buah-buahan yang bisa dihasilkan dari perkebunan, banyak jenis sayuran.
Saya : Iya benar pak, karena Negara kami mempunyai iklim tropis. Selain itu kondisi tanah di Negara kami juga subuh.
Guru : tapi ada satu yang paling saya salut, di Indonesia banyak sekali jenis binatang, yang bahkan beberapa kami tak mengenal itu binatang jenis apa. :D
Saya : Iya, ada ratusan spesies hewan mulai dari yang di darat maupun spesies ikan yang ada di perairan Negara kami. Kami juga memiliki spesies hewan yang tak dimiliki Negara lain yaitu Komodo, sejenis kadal raksasa.
Guru : ooh iyaa, letak Indonesia sebelah mananya Kamerun yaa?
Saya : lho? Kok kamerun pak? Negara kami di benua asia, tepatnya di wilayah asia tenggara J
Guru : eeh? Bukannya di benua Afrika yaa? Sejak kapan di benua asia?
Saya : hahaha, bukan di benua afrika pak. Sejak dulu kala Negara kami di benua asia J
Guru : ooh maaf yaaa J
Saya : gak papa pak, yang penting bapak tau banyak tentang Indonesia J
Guru : iya, semoga suatu saat saya bisa berkunjung ke sana.
Saya :silakan pak datang ke Indonesia. Kami tunggu J

Dari pengalaman di atas, ada hikmah yang mungkin bisa kita ambil. Kita harus lebih aktif lagi dalam memperkenalkan Indonesia di mata dunia. Mungkin sebagian orang asing belum mengetahui tentang Indonesia. Bagaimanapun caranya Negara kita adalah Negara hebat. Banyak sisi positif tentang Indonesia yang bisa kita tunjukan ke dunia.  

Suhandono Sarno
Mahasiswa Indonesia Jurusan Teknik Kimia
di Samsun, Turki


0 komentar :

Kisah Sukses Andrew Darwis Sang Pendiri KASKUS

Untuk rubrik pertama kita ini, saya akan sedikit memperkenalkan kepada teman-teman semua tentang seorang Tokoh dibalik situs paling terkenal di Indonesia, yaitu Andrew Darwis. Andrew Darwis lahir di Jakarta pada 20 Juli 1979. Dia adalah pendiri komunitas online terbesar di Indonesia yaitu KASKUS, yang bisa dikunjungi situsnya di www.kaskus.co.id. Andrew sekarang menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO) PT Darta Media Indonesia (KASKUS) sekaligus pemilik Kaskus Network lewat PT Darta Media Indonesia. Kesuksesan yang diraihnya sekarang ini bukanlah sesuatu yang instan, karena dia membutuhkan proses dan perjalanan hidup yang panjang.


Andrew Darwis memulai pendidikannya di SD Tarakanita Pluit Jakarta, kemudian melanjutkan pendidikannya di SMP Tarakanita Pluit Jakarta, setelah lulus Andrew memilih melanjutkan pendidikannya di SMA Gandhi National School, Ancol '98 Jakarta, lalu pada tahun 1998 setelah lulus dari SMA, Andrew melajutkan pendidikannya di Universitas Bina Nusantara (BINUS)  jurusan Sistem Informasi. Setelah berkuliah di BINUS, Andrew mulai mencari universitas lain untuk melanjutkan pendidikannya. Berhubung saat itu kemajuan teknologi informasi di Indonesia belum seperti sekarang ini, Andrew mengalami kesulitan dalam mencari universitas yang mempunyai fasilitas memadahi dalam mendukung serta memenuhi hobi barunya tersebut. Namun akhirnya Andrew menemukannya melalui informasi yang diberikan oleh seorang temannya yang baru pulang dari Amerika. Kemudian Andrew berangkat ke Amerika untuk melanjutkan pendidikannya, dan menjadi salah satu mahasiswa di Art Institute of Seattle jurusan Multimedia and Web Desain. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Art Institute of Seattle pada tahun 2003, Andrew melanjutkan lagi pendidikannya di Seattle University jurusan Master of Computer Science hingga tahun 2006.

Pada awal sebelum keberangkatannya ke Amerika untuk melanjutkan pendidikannya, kedua orang tua Andrew tidak setuju dengan keinginannya. Kedua orang tuanya berpendapat bahwa kuliah di luar negeri akan membutuhkan dana yang tidak sedikit, termasuk untuk biaya hidup yang lebih mahal di bandingkan di Indonesia. Dengan keinginan kerasnya, akhirnya Andrew mampu meyakinkan kedua orang tuanya tentang keinginannya untuk melanjutkan pendidikannya di Amerika, walaupun dengan syarat bahwa Andrew harus membiayai sendiri biaya hidupnya di Amerika. Andrew akhirnya menyanggupi persyaratan tersebut, dan mencari biaya hidupnya sendiri selama kuliah di Amerika dengan cara bekerja sambilan. Pada tahun 2003 sampai tahun 2008 Andrew mendapatkan pekerjaan sambilan sebagai Web Desainer.


Perjuangan keras Andrew Darwis ketika belajar di Amerika ternyata membuahkan hasil. Andrew berhasil mendirikan KASKUS pada 6 November 1999. KASKUS yang ia dirikan merupakan sebuah komunitas online. Idenya mendirikan komunitas online tersebut muncul ketika Andrew Darwis mendapatkan tugas dari dosennya untuk membuat program, dari situlah kemudian dalam benaknya terfikir untuk membuat website komunitas online yang kemudian dia beri nama KASKUS. Nama KASKUS yang ia berikan untuk website barunya bermakna Kasak-Kusuk, atau biasa disebut bergosip. Pada awal pembuatan website KASKUS tersebut menghabiskan dana US$ 3 atau kurang lebih setara dengan Rp.30.000,- . Bersama dua rekannya Ronald dan Budi, mereka memfokuskan website tersebut hanya berisi tentang berita maupun informasi tentang Indonesia, tujuannya sebagai media informasi bagi masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri.

Bukan hal mudah bagi Andrew Darwis untuk menjalankan KASKUS sebagai bisnis barunya. Bisa dibilang pada awal perjalanannya bisnis KASKUS sangatlah lambat, karena untuk mendapatkan satu anggota bisa memerlukan waktu yang terbilang cukup lama.  Dalam kurun waktu seminggu, Andrew hanya mampu mendapatkan paling banyak tiga anggota. Keadaan seperti itu terjadi ketika mereka sedang belajar di Amerika sembari mengembangkan bisnis yang telah mereka dirikan. Pada tahun 2008 setelah perkembangan internet semakin pesat di Indonesia, Andrew bersama temannya itu bersepakat untuk pulang ke Indonesia demi  mengelola situs komunitas di negerinya sendiri. Setelah pindah ke Jakarta, mereka saling bekerjasama dalam meningkatkan kinerja bisnis yang telah mereka dirikan ketika mereka di Amerika. Berhubung saat itu Andrew belum memiliki karyawan, maka dia harus turun tangan sendiri apabila ada server down. Selain itu perjuangannya semakin berat ketika dia harus berjuang untuk meyakinkan para customer dan advertiser mengenal citra KASKUS. Andrew bersama timnya juga berusaha keras untuk melakukan pemasaran kepada para pelanggan untuk memperkenalkan KASKUS. Setelah kurang lebih satu tahun, KASKUS telah dipercaya oleh para pelanggan-pelanggan besar. Berkat perjuangan keras Andrew bersama timnya, kemudian kaskus resmi menjadi perusahaan profesional di bawah PT. Darta Media Indonesia.

Pada enam bulan pertama sejak menjadi perusahaan profesional, perkembangan KASKUS terbilang diam tak mengalami kemajuan. Namun dengan perjuangan keras, kondisi sulit itu berubah membaik, hingga akhir 2008. Seiring berjalannya waktu Andrew Darwis mulai melihat potensi bagus di Indonesia yang bisa ia gunakan sebagai peluang bisnisnya. Ia melihat perkembangan bisnis online di Indonesia semakin berkembang dan maju dari tahun ke tahunnya. Dari situlah Andrew Darwis yakin jika potensi besar itu mampu mendukung perkembangan KASKUS ke depannya. Dari awal dibentuk sampai sekarang ini, KASKUS telah memiliki sekitar 6 juta anggota dengan kurang lebih 30 juta kunjungan setiap bulannya dan jika melihat jumlah membernya tak salah rasanya jika Andrew Darwis memberikan sebutan untuk KASKUS yang didirikannya dengan sebutan “The Largest Indonesian Community”. Akibat dari jumlah anggota yang mulai tumbuh pesat, perusahaan memutuskan untuk menambah server baru yang hingga saat ini tercatat sudah memiliki 26 server di Indonesia dan dua lainnya di AS. Penambahan server tersebut bertujuan untuk kenyaman akses para anggota. Sekarang ini, KASKUS mampu mendapatkan anggota baru dalam kisaran 150-250 orang per hari.



Dari sekian banyak konten di KASKUS, tanpa ragu Andrew menyebut konten Jual Beli dan Lounge sebagai terfavorit dikunjungi kaskuser (anggota KASKUS). Para kaskuser yang berasal dari seluruh pelosok Indonesia bisa memanfaatkan konten ini untuk transaksi bisnis online. Dalam sehari saja, 80 ribu daftar barang, diikutkan dalam Forum Jual Beli (FJB). Karena terus tumbuh, pemasukan iklan ke perusahaan pun mengalir. Kata Andrew, awalnya konten iklan sangat sulit didapat karena banyak perusahaan yang tidak mengenal KASKUS. Namun, karena usaha keras dan upaya mengenalkan KASKUS ke publik secara terus menerus, perusahaan-perusahaan yang ingin mengiklankan produknya dalam KASKUS terus meningkat dan bahkan banyak yang masuk daftar tunggu. Saat ini untuk mengoperasikan KASKUS, Andrew dibantu 30 orang karyawan yang terbagi dalam tim pemasaran, IT, dan kreatif.

Seiring berjalannya waktu, dari awal KASKUS didirikan sampai sekarang semakin berkembang dan terus maju. Kemajuan bisnis KASKUS yang dikembangkan oleh Andrew, semakin meningkatkan penghasilannya menjadi sekitar 600 juta rupiah per bulan. Andrew mengaku akan terus mengembangkan situsnya tersebut. Kini, laki-laki yang dikenal para kaskuser sebagai “Mimin” (Admin)  ini patut berbangga, karena KASKUS telah menjadi sebuah situs fenomenal yang memiliki istilah tersendiri yang tidak dimiliki situs forum lainnya. Dirinya pun masuk ke dalam jajaran enterpreneur muda berbakat kebanggaan Indonesia. Berbagai penghargaan yang datangnya dari luar negeri maupun dari dalam negeri juga telah diraihnya. 

Banyak hal yang bisa kita dapatkan dengan melihat kisah sukses yang telah diraih oleh Andrew Darwis. Pertama, untuk mendapatkan kesuksesan kita harus mencari ilmu sebanyak kita mampu. Jangan pernah sekalipun merasa ragu dalam menuntut ilmu, yakinlah bahwa suatu saat ilmu yang kita dapatkan tersebut akan mengantarkan kita kepada kesuksesan. Kemudian jangan lupa untuk meminta restu kepada kedua orang tua, karena restu mereka akan memudahkan jalan kita dalam proses menuntut ilmu. Kita juga harus berani bermimpi dan berani pula mewujudkannya. Lakukan yang terbaik untuk mewujudkan mimpi tersebut. Dalam proses mewujudkannya pun diperlukan niat dan tekat yang bulat. Satu hal yang harus kita ingat, segala sesuatu tergantung dari apa yang kita niatkan, jika niat saja sudah tidak kuat, bagaimana kita bisa mewujudkan apa yang kita inginkan. Di dunia ini tak ada kesuksesan yang diraih dengan instan, karena kesuksesan yang ingin kita dapatkan harus melalui proses panjang, berat, terjal dan melelahkan. Kita juga perlu jeli dalam melihat setiap kesempatan yang hadir di depan kita, dan jangan sampai kita melewatkannya. Selain itu, perlu kerja keras dan konsisten terhadap apa yang kita usahakan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, yaitu kesuksesan. Satu hal yang paling penting dari point-point yang telah saya sebutkan, jangan lupa untuk berdoa kepada Allah SWT, karena dengan berdoa kepada-Nya, Insya Allah segala kemudahan akan diberikan-Nya untuk kita dalam proses menggapai kesuksesan. 

Ullih Hersandi
Mahasiswa Indonesia Jurusan Ilahiyat
di Samsun, Turki

4 komentar :

Khalid bin Walid, si Pedang Allah di antara pedang-pedang Allah yang lainnya.


Assalamualaikum

Salam sejahtera, selamat datang di postingan pertama saya. Sebelumnya saya minta maaf kalo di postingan ini banyak acak-acakan dan kurangannya, maklum baru belajar. Pada postingan pertama ini saya akan berbagi sedikit ilmu tentang salah satu sahabat Rasulullah yang berjasa dalam berdirinya agama yang agung ini. Dialah Syaifullah , (Yups) siapa lagi kalau bukan Khalid bin Walid RA. Alasan saya memilih dia sebagai bahan postingan saya karena dia memang adalah idola saya, tentunya setelah Rasulullah sendiri. Meskipun dia bukan termasuk golongan dari As-Shabiqunal Awwalun (Orang-orang yang pertama kali masuk islam), dia adalah salah satu sahabat yang paling di banggakan oleh Rasulullah sendiri dan para Khulafaur Rasyidin karena kegigihan dan kedisiplinannya dalam membela panji-panji islam sehingga tidak salah Rasulullah sendiri memberinya julukan Syaifullah (si Pedang Allah) (siapa yang gak bangga coba :) )

Khalid termasuk di antara keluarga dekatnya Nabi. Maimunah binti Harits binti Hazn, bibi Khalid, adalah istri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid memiliki hubungan keluarga, yakni saudara sepupu. Ketika kecil mereka berdua sering bermain bersama. Ayahnya, Walid bin Mughirah dari Bani Makhzum termasuk salah satu pembesar Quraisy yang kaya raya dan memiliki kecintaan yang besar terhadap Ka’bah. Dua tahun sekali ia bertanggung jawab untuk mengganti kain ka’bah, dan memberi makan secara cuma-cuma ketika musim haji tiba.

Ketika perang Uhud terjadi Khalid bin Walid lah yang bertanggung jawab terhadap kekalahan umat islam, karena dia lah yang menjadi panglima kavaleri kaum Quraisy yang berhasil melihat celah kekalahan pada pasukan muslim yang mengabaikan tugas Rasulullah untuk berjaga di bukit pemanah Uhud dan lebih memilih menyerbu harta rampasan perang pasukan Quraisy, padahal sebelumnya pasukan Qurais lah yang kocar-kacir di ambang kekalahan.

Tapi namanya bukanlah Khalid bin Walid kalau dia langsung menerima islam tanpa berpikir terlebih dahulu dan menggunakan akalnya. Barulah setelah dia mendapatkan surat dari saudaranya Walid bin Walid yang lebih dulu masuk islam dan bahwasanya Rasulullah sangat mengharapkannya bergabung membela islam, dia telah mantap untuk menerima islam dan mengikhlaskankan seluruh jiwa raganya untuk kepentingan islam.

Pada pemerintahan Khalifah Abu Bakar As Shidiq dia di tugasi untuk menangani kaum murtad di madinah yang tak mau tunduk pada agama dan pemerintahan islam lagi dengan melanggar perjanjian bersama Rasulullah hanya karena beliau telah wafat. Khususnya pasukan lawan yang di pimpin si nabi palsu, Musailamah al-Khazab. Hasilnya kemenanganpun berada di pihak Khalid. Dalam perang tersebut pasukan muslim kehilangan sahabat-sahabat besar Muhajirin.

Tidak ada satupun pertempuran yang dipimpinnya kecuali ia memperoleh kemenangan, Kehebatannya terbukti pada perang Yarmuk. Ketika dia ditugasi sebagai panglima perang melawan pasukan Bizantium yang berjumlah 240.000 dengan jumlah pasukan muslim yang berjumlah 46.000. Ditambah lagi dengan kurangnya persenjataan yang lengkap dan rendahnya mutu pasukan serta pelatihannya. Dia sama sekali tidak gentar menghadapinya, dia hanyalah takut tidak bisa mengendalikan hatinya pada perang tersebut karena pengangkatannya pada perang besar. Berbeda dengan keadaan angkatan perang Romawi yang sebaliknya. Bukan Khalid namanya jika tidak mempunyai strategi perang, dia membagi pasukan Islam menjadi 40 kontingen dari 46.000 pasukan Islam untuk memberi kesan seolah-olah pasukan Islam terkesan lebih besar dari musuh. Strategi Khalid ternyata sangat ampuh, Dan membuat pasukan romawi menyerah. 

Pada peperangan muktah dia di percaya untuk memegang panji islam setelah tiga sahabat sebelumnya wafat, namun dia menolaknya dikarenakan merasa tidak pantas dari pada sahabat-sahabat Anshar dan Muhajirin yang lebih senior dan lebih dulu masuk islam. Ketika itu ia menjawab Tidak….. jangan saya yang memegang panji suci ini, engkaulah yang paling berhak memegangnya, engkau lebih tua, dan telah menyertai perang Badar!”. Tsabit menjawab, “Ambillah, sebab engkau lebih tahu siasat perang daripadaku, dan demi Allah aku tidak akan mengambilnya, kecuali untuk diserahkan kepadamu!”. Lalu dia berseru kepada seluruh pasukan muslim dan mereka menyetujuinya secara serempak. Selanjutnya ada peperangan di irak pada 634 H, dan peperangan-peperangan lainnya yang dia menangkan.

Salah satu rahasia istimewa dari kemenangan-kemenangan perang yang diraihnya ialah “tsabat” artinya tetap tabah dan disiplin. Menurutnya bahwa larinya dua tiga orang prajurit akan menyebarkan kepanikan dan berakibat fatal dan ini merupakan bencana. Oleh sebab itu dia bertindak sangat tegas dan keras pada siapa yang membuang senjata dan lari dari pertempuran suci tersebut.

Khalifah Umar bin Khattab pernah berkata, “Tak ada seorang wanita pun yang akan sanggup melahirkan lagi laki-laki seperti Khalid. Ia adalah pribadi yang sering dilukiskan oleh para sahabat-sahabat maupun musuh-musuhnya, dengan: “Orang yang tidak pernah tidur, dan tidak membiarkan orang lain tidur.”

Khalid tidak tertarik dengan ketokohan, yang dia harapkan adalah menjadi hamba Allah biasa yang senantiasa tunduk kepadanya dan meninggal dalam keadaan mati syahid. Semasa hidupnya dia habiskan dengan peperangan-perangan yang dia menangkan didalamnya, namun Allah berkehendak lain. Dia meninggal karna sakit di atas tempat tidurnya sendiri.

Ketika dia sudah dekat dengan kematiannya, dan riwayat menceritakan bahwa ketika orang-orang menjenguknya, dia akan menunjukkan tangannya, dan tidak ada sejengkal jarak pun di tangannya, kecuali ada bekas luka di tangannya. Dia menunjukkan tangan kanannya, tangan kirinya, dadanya, dan kakinya.

Dia berkata “Lihatlah aku, aku bertempur dalam ratusan peperangan, banyak pertempuran, tapi aku sekarat di tempat tidurku?” Seseorang berkata kepada Khalid R.A. “Wahai Khalid, tidakkah kau mengerti, ketika Rasulullah S.A.W. menjulukimu sebagai ‘pedangnya Allah’, maka tidak mungkin kau gugur dalam pertempuran, karena jika kau gugur dalam pertempuran, berarti pedangnya Allah telah berhasil dipatahkan orang-orang kafir, sedangkan pedangnya Allah tidak akan bisa terpatahkan.”
Ia berpesan setelah kematiannya harta warisannya yang berupa kuda dan senjata-senjatanya hendaknya disedekahkan di jalan Allah. Ia meninggal pada zaman Khalifah Umar RA.
Rahimahullah, Wassalam…

Hikmat Purnama
Mahasiswa Indonesia Jurusan Ilahiyat
di Samsun, Turki


0 komentar :

Alfabet dalam Bahasa Turki


Seperti yang kita tahu, bahwa bahasa Turki berasal dari bahasa Arab. Jadi, nggak heran banyak kosakata Arab di dalam bahasa Turki. Menurut kami, bagi orang-orang Indonesia yang berniat belajar bahasa Turki tidaklah sulit. Karena  lidah orang Indonesia terkenal mampu menggunakan berbagai aksen bahasa.

Check:
Di dalam bahasa Turki ada 29 ses/harf (huruf). Dari situ, kemudian dibagi menjadi 2 bagian, yaitu ünlü harfler (vokal) dan ünsüz harfler (non-vokal).
Terdapat, 8 ünlü harfler (huruf vokal) =  a, e, ı, i, u, ü, o, ö
Dan, 21 ünsüz harfler (huruf konsonan) =  b, c, ç, d, f, g, ğ, h, j, k, l, m, n, p, r, s, ş, t, v, y, z

Kemudian,
Kalın (tebal)  =  a, ı, o, u
                                                                     Ünlü harfler
İnce (tipis) =  e, i, ö, ü
A             cara bacanya : Seperti membaca huruf ‘a’ pada umumnya. Contoh: Apel, Anda, Alamat, dsb.
l               seperti membaca huruf ‘e’, mulut sedikit tertutup tetapi gigi atas dan gigi bawah tidak bersentuhan, ketika mengucapkannya akan mengeluarkan sedikit angin. Contoh: Sempit, Emak, Semua, dsb.
O             seperti membaca huruf ‘o’ pada umumnya. Contoh: Olahraga, Opini, Oke, dsb.
U             seperti membaca huruf ‘u’ pada umumnya. Contoh: Uang, Untuk, Umum, dsb.
E              membacanya seperti huruf ‘e’ pada dasarnya. Contoh: Berbeda, Bebek, Ceri, dsb.
İ               membacanya seperti huruf ‘i’ pada umumnya. Contoh: İkan, İnsyaf, İstilah, dsb.
Ü             membacanya seperti huruf ‘u’ tetapi lebih tipis dan mulut berbentuk seperti mangkok.
Ö             membacanya seperti huruf ‘o’ tetapi lebih tipis dan mulut berbentuk bulat dan sedikit di monyongkan.

Sekarang kita bahas huruf non-vokal yang tidak terdapat dalam alfabet Indonesia.
C = bacanya ‘je’, contoh: Jaket, Jemuran, Jangkrik, dsb.
Ç = bacanya ‘che’, contoh: Cicak, Cabuk, Celengan, dsb.
G = bacanya ‘ge’, contoh: Gigi, Gayung, Gunting, dsb.
Ğ (yumuşak g) = pada umumnya nggak terbaca, contoh: Ağır dibaca ‘aeer’, değil dibaca ‘de(y)iil’, yağmur dibaca ‘yaamur’, dsb.
S = bacanya ‘se’, contoh: Siomay, Sekolah, Satu, dsb.
Ş = bacanya ‘sye’, contoh: Syaitan, Syarat, Syam, dsb.

Űnsüz harfler, terdiri dari:
21 ünsüz harfler               8 sert (kasar) : p, ç, t, k, f, h, s, ş

                                       13 yumuşak (lembut) : b, c, d, g, ğ, j, l, m, n, r, v, y, z


Nisa Zakiyah Fajrina 
Mahasiswa Indonesia Jurusan Biologi
di Samsun, Turki

0 komentar :

Senja Hari Itu



Semilir angin mewarnai senja hari itu
Dedaunan coklat keemasan menyelimuti bumi senja hari itu
Hujan gerimis pun ikut menyertainya
Namun, dentang jam kota itu tetap tak bergeming dari diamnya

Hangatnya mentari mewarnai pagi itu
Tetes embun pagi menyelimuti dedaunan hijau pagi itu
Langit biru pun ikut menyertainya
Namun, dentang jam kota itu tetap tak bergeming dari diamnya

Dan perahu kertas itu pun masih menunggu diatas riak sungai
Dan tumpukan surat yang belum terbalas itu pun masih bertebaran dalam kotak berpita
Dan rangkaian mawar putih itu pun masih setia menghiasi dinginnya nisan tua
Dan waktu pun terhenti bagi jam kota tua senja hari itu



Tasya Anandita
Mahasiswa Indonesia Jurusan Kedokteran
di Samsun, Turki


0 komentar :

Kehidupan Mahasiswa di Luar Negeri

Ya, sebutan kami adalah maasiswa. Mahasiswa sangat erat hubungannya dengan pikiran-pikiran kritis, aktivis pembaharuan, pembangkit ide-ide segar, generasi penerus bangsa; seperti perkataan Soekarno "Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia.”

Kali ini yang ingin saya urai adalah tentang kehidupan mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar negeri. Merupakan pengalaman luar biasa bisa merasakan menimba ilmu di negeri orang. Sebagai pelajar yang sedang menempuh pendidikan di negara 4 musim Turki, kami punya cerita berbeda.

Untuk mengawali,inilah yang paling mendasar dalam kehidupan para pelajar di sini, pertama yang perlu di pelajari adalah bahasa setempat. Selain bahasa pengantar yang digunakan dalam proses pembelajaran, bahasa resmi negara  yang digunakan untuk komunikasi sehari-hari juga sangat penting untuk dikuasai,ya Bahasa Turki bahasa yang sangat menarik untuk dipelajari.Tak kalah penting dengan makanan. Selezat apapun makanan disini, tetaplah lebih nikmat kuliner Indonesia. Sebuah momen spesial bisa merasakan masakan khas tanah air, karena jika dilihat dari menu/jenis makanan yang dikonsumsi di negara ini sangat lah berbeda. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk bisa membiasakan diri dengan makanan setempat.Kebutuhan pakaian juga merupakan sebuah perbedaan. Tidak semua jenis pakaian bisa dikenakan di semua musin di Turki.



Perbedaan musim ini yang membuat kita harus lebih menjaga kesehatan karena notabene tubuh yang sudah terbiasa dengan iklim tropis. Musim yang berganti setiap 3 bulan serta waktu yang mundur satu jam pada musim dingin juga sangat mempengaruhi kegiatan belajar serta perkuliahan. Pada musim panas sekitar  tiga bulan merupakan waktu libur yang sangat panjang. Semua lembaga pendidikan diliburkan. Untuk para mahasiswa Indonesia kebanyakan melewatkannya dengan pulang ke tanah air.Pada musim dingin sebagian besar orang menghabiskan waktunya di dalam rumah karena suhu di luar yang terlalu dingin. Lembaga pendidikan akan diliburkan seperlunya jika salju turun terlalu lebat. Waktu untuk beraktivitas diluar rumah menjadi lebih terbatas. Selain aktivitas/jadwal kuliah, waktu belajar lebih banyak dihabiskan di dalam rumah, matahari juga terbenam lebih awal . Kampus, perpustakan, serta kantor-kantor juga akan menjadi sepi lebih awal. Menurut saya musim dingin merupakan waktu yang lebih efektif untuk belajar.

Dengan menempuh pendidikan di negara orang, membuat kami lebih menyadari arti dari nasionalisme. Inilah yang tertanam setelah merasakan menjadi warga asing dalam negara yang belum kami kenal sebelumnya. Mempelajari bahasa serta budayanya sudah menjadi keharusan untuk dapat beradaptasi.  Semua perbedaan ini membuat kami lebih merasakan arti cinta tanah air.  Melihat kemajuan teknologi, pendidikan serta perbedaan cara hidup antar dua negara ini menjadikan koreksi diri dan motivasi kami untuk menjadi generasi yang membangun dan mengabdikan diri pada tanah air.




Sebagai mahasiswa yang menempuh pendidikan jauh dari tanah air, yang bisa kami lakukan untuk mengikuti perkembangan tanah air adalah dengan selalu membaca informasi melalui berita-berita dari internet. Perhimpunan Pelajar Indonesia merupakan keluarga kedua kami di sini. Dengan keterbatasan jumlah mahasiswa Indonesia di sini menjadikan kami membutuhkan satu sama lain untuk saling bertukar pikiran atau sekedar ngobrol pengobat rasa rindu akan keluarga di Indonesia. Kajian-kajian ilmiah, diskusi serta kumpul bersama selalu kami sempatkan diantara kegiatan kuliah yang cukup padat. Apalagi dengan adanya warga Indonesia (bukan mahasiswa) yang tinggal di sini semakin membuat keluarga ini berwarna. Masakan ala Indonesia yang sering mereka buat mengobati tiap denyutan rasa rindu kami. Cerita-cerita mereka membuat kita bisa belajar lebih tentang negeri ini.

Inilah tujuan utama kami berada disini, menuntut ilmu sambil belajar arti kemandirian yang sebenarnya. Perbedaan bahasa membuat kami lebih kesulitan dalam proses belajar. Budaya yang berbeda juga menyulitkan untuk beradaptasi di tempat yang asing ini. Tapi inilah tantangannya, inilah yang merupakan nilai lebih. Yang terpenting  jangan pernah merasa sendirian, karena masih ada teman-teman dan keluarga ini yang selalu ada untuk kita.

Salam Mahasiswa :)

Rizqi Adilla Luqmana
Mahasiswa Indonesia Jurusan Pendidikan Matematika
di Samsun, Turki

2 komentar :

Sekitar SAMSUN

Buat temen-temen yang belum tahu seluk beluk kota Samsun, mari kita sedikit bahas mengenai kota yang sering hujan ini. Samsun ini pertama kali bernama “Amisos” atau “Amisus” dalam bahasa Yunani dan “Amisosa” ketika di zaman Imperator Roma dan Bizans.  Samsun adalah salah satu kota di Turki bagian utara. Terletak di daerah pinggiran Karadeniz (Laut Hitam). Bertetanggaan dengan kota Sinop di sebelah barat, kota Ordu sebelah timur, dan kota Amasya di sebelah selatan. Samsun sangat erat sekali dengan tanggal 19 Mei 1919. Ada apakah dengan tanggal itu? Pada tanggal itu terjadilah Turkish War of Independence dan juga merupakan kota persinggahan pertama oleh Mustafa Kemal Ataturk. Oleh karenanya Samsun juga terkenal dengan kota julukan yang banyak para pencinta Ataturk nya atau sering dikenal Ataturkculuk.


Samsun adalah kota dengan suhu lebih normal dibanding dengan kota yang lainnya. Umumnya untuk kota-kota yang berada di Karadeniz Bölgesi cenderung memiliki iklim dan cuaca normal. Bahkan Samsunpun dijuluki Indonesia-nya Turki. Uniknya Samsun, ketika musim dingin sudah lewat dan musim semi sudah mulai masuk, di Samsun baru saja turun salju.

Gak sah kalau gak ada payung, “Mecburan” (Wajib ada) kalo kata orang Turki. Kenapa? Karena kota Samsun ini lebih sering hujan. Apalagi ketika memasuki musim gugur dan musim dingin. Mungkin kalau di Indonesia Samsun itu seperti Bogor yang dijuluki kota hujan.


Samsun, memiliki aset wisata utama yaitu Laut Hitam. Berbagai taman-taman dan tempat untuk piknik telah disediakan oleh pemerintah kota setempat. Selain itu pegunungan-pegunungan yang menjulang juga taman-taman ataupun danau di pinggir lautan menjadi pemandangan sehari-hari yang tak pernah bosan untuk dilihat. Ada juga tempat perbelanjaan orang asing “Yabancılar Pazarı” atau lebih sering terkenal “Rus Pazarı”. Di pusat perbelanjaan inilah berbagai barang diimpor dari negara-negara lain. Ada juga barang kerajinan tangan dari Indonesia lho.

Sekarang kita merambah ke dunia pendidikan dan biaya hidup di Samsun ya. Pendidikan di Samsun ini bisa dikatakan telah berkembang. Dengan ribuan sekolah negeri dan juga swasta ini telah membuktikan kalau pendidikan di Samsun memiliki kualitas yang bagus. Sementara untuk perguruan tinggi sendiri, Samsun hanya memiliki 2 universitas, 1 universitas negeri dan 1 universitas swasta.  Universitas negeri ini bernama “Ondokuz Mayis Üniversitesi” yang kalo diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia “Universitas 19 Mei”. Atau yang sering kita singkat OMÜ. Dinamakan Ondokuz Mayis yaitu bertepatan dengan tanggal singgahnya kapal Ataturk ketika tiba di Samsun.


Ada sekitar 20 pelajar Indonesia yang tahun ini sedang melanjutkan pendidikan perguruan tingginya di universitas tersebut dengan berbagai jurusan dan juga terikat dalam sebuah organisasi bernama “PPI Samsun” yang bertujuan sebagai wadah untuk mengkoordinasi antar pelajar Indonesia di Kota Samsun. Kota Samsun ini sangat cocok untuk para pelajar. Kota yang tidak terlalu padat penduduk ini membuat para pelajar bisa belajar dengan tenang. Jika bosan belajar di rumah atau di asrama, kita juga bisa belajar di taman sambil menghirup udara segar.  Juga biaya hidup di Samsun ini cenderung lebih murah dari kota lainnya. Meskipun mulai tahun ini transportasi untuk orang asing disamaratakan (sedikit lebih mahal dari tahun sebelumnya) dengan orang Turki sendiri.

Setelah penjelasan di atas, jadi bagi kawan-kawan baik dari luar Turki atau dari luar kota Turki bisa berkunjung ke kota Samsun ini. Samsun cocok untuk para pelajar, dan kawasan Samsun yang strategis dengan Karadeniz cocok untuk dijadikan tempat wisata dan penghilang stress. Tapi bukan maksudnya ngajak tenggelam di laut lho yaa, bukan itu :D

Ok temen-temen sekian buat Sekilas Samsun nya ya ;) Kita tunggu kehadiran temen-temen di Samsun kota tercinta ini ^_^

Mia Siti Nurazizah 
Mahasiswa Indonesia Jurusan Ilahiyat
di Samsun, Turki


2 komentar :

Budaya Minum Teh di Turki

Minuman yang mungkin tidak bisa kalian hindari di negara Turki adalah teh. Di Turki minum teh sudah menjadi budaya unik tersendiri. Minum teh sudah ada sejak zaman para pendahulu dan pendiri negara Turki ini. Budaya minum teh sudah tak dapat dipisahkan lagi dengan kehidupan masyarakat Turki. Kebiasaan turun temurun dan dilestarikan hingga sekarang ini. Teh akan di sajikan sepanjang hari, diawali saat sarapan, teh akan dihadirkan di tengah-tengah menu sarapan. Seakan ada yang janggal ketika teh tidak diikutsertakan dalam menu sarapan. Selain sarapan teh juga disajikan menjelang siang hari sekitar pukul 11.00 A.M. Di saat itulah biasanya teh disajikan bersama kue kering ataupun buah-buahan, sebagai teman baca buku, koran atau sekedar santai. Kemudian teh juga dihadirkan saat makan siang, serta santai sore menunggu matahari terbenam. Yang paling terlihat wajib adalah saat makan malam, teh selalu diikutsertakan dalam menu makan malam di masyarakat Turki. Selain berfungsi sebagai penghangat tubuh di malam hari, teh juga berguna sebagai menenangkan fikiran setelah seharian bekerja dan beraktifitas lainnya. 

                                                   Gelas Teh Turki


Selain di rumah masyarakat Turki, teh juga selalu ada di setiap restaurant maupun rumah makan di Turki. Ketika kalian berkunjung di sebuah rumah makan ataupun Restaurant, yang pertama mereka suguhkan di depan kalian adalah segelas teh panas. Sembari menunggu menu pesanan datang, kita bisa menikmati segelas teh panas. Selain itu teh juga digunakan sebagai jamuan jika ada tamu yang berkunjung ke rumah. Teh juga selalu ada di saat ada obrolan santai bersama keluarga, biasanya teh di hidangkan bersama makanan kacang-kacangan kering (kuruyemis) ataupun kue-kue kering (kurabiye), serta makanan kue manis yang paling terkenal di turki, tak lain dan tak bukan adalah baklava.

                                Berbagai Jenis Kuruyemis

Teh turki disajikan dalam gelas kecil berbentuk bunga tulip. Teh harus dihidangkan dalam keadaan panas, sehingga cocok dengan ukuran gelas yang kecil, bisa hanya beberapa kali tegukan tanpa harus mendinginkannya terlalu lama. Gelas teh berbentuk tulip, mempermudahkan kalian memegang pinggang gelas, dan menghindari kemungkinan gelas lepas dari genggaman tangan kalian.

                    Gelas Teh Lengkap dengan Teko Tehnya

Pada umumnya masyarakat Turki meminum teh menggunakan gula. Sangat jarang ditemukan ketika masyarakat Turki minum teh tanpa menggunakan gula. Bisa dikarenakan karena jenis teh Turki adalah teh hitam (black tea) jadi tak terlalu enak rasanya jika kita tak menambahkan gula kedalamnya. Berbeda dengan teh Indonesia, yang terasa masih sedap walaupun tanpa gula. Selain gula pasir, di turki juga ada “küpşeker”, yaitu gula yang berbentuk kubus. Rasanya tak terlalu manis, jadi mungkin kalian bisa menambahkan2-3 kubus gula ke dalam gelas kalian untuk mendapatkan rasa yang manis pada teh kalian. Untuk gula kubus ini terbuat dari akar bit, lain halnya dengan gula di Indonesia yang terbuat dari tanaman tebu, yang tentu rasanya lebih manis. 

 
Baklava

Selain gula kubus juga ada “Erzurum şekeri”, yaitu gula khas yang berasal dari kota Erzurum, Turki. Gulanya berbentuk kubus-kubus besar, yang sangat keras jika kita gigit. Ada cara unik orang Erzurum dalam menikmati segelas teh mereka. Yaitu dengan memasukkan gulanya terlebih dahulu ke dalam mulut, lalu mereka meneguk teh mereka, dan katanya mereka bisa mendapatkan sensasi luar biasa ketika gula dan teh bercampur di mulut mereka. Masyarakat Erzurum juga punya cara unik untuk menyajikan teh special, yang sering mereka beri nama “Beyaz Siyah Cayi”, atau teh hitam putih. Dalam penyajiannya sangat terbilang unik, pertama masukkan gula ke dalam gelas, tuangkan air putih panas, aduk air hingga bercampur dengan gula, dan langkah terakhir adalah letakkan sendok teh di atas gelas, pegang dan tahan sendok tersebut, kemudian tuang bibit tehnya ke atas sendok tehnya secara perlahan, hingga bibit teh memenuhi gelas teh kalian, setelah itu kalian bisa liat keunikan dari teh tersebut, yaitu warna putih bagian bawah yang sudah bercampur gula, tak akan menyatu dengan bagian atasnya yaitu bibit tehnya.
                                         Bubuk Teh dan Sajian Teh

Tradisi minum teh di Turki menggunakan beberapa peralatan yang terbilang cukup unik. Mereka dalam menyajikan teh Turki, caranya cukup khas, bagi kalian yang pertama kali melihatnya, mungkin akan heran. Pertama yang wajib di siapkan adalah çay danlık (poci teh dua tingkat). çay danlık biasanya terbuat dari stainless steel namun ada juga yang terbuat dari Aluminium, tapi ada juga yang terbuat dari porselen, bahkan ada yang otomatis menggunakan daya listrik. Langkah pertama yaitu isi poci tingkat bawah dengan air hingga penuh, namun bagian tingkat atas kita kosongkan. Gunakanlah api lumayan besar, untuk mempersingkat waktu mendidihnya air. Saat suhu poci atas naik, masukkanlah beberapa sendok teh di poci tingkat atas, lalu tutup dan tunggu poci tingkat bawah airnya mendidih. Setelah air poci bawah mendidih, kecilkan api lalu tuang airnya ke poci bagian atas, jika sisa air poci bawah tinggal sedikit, bisa kalian tambahkan air lagi, lalu letakkan di atas api kecil saja, dengan formasi tetap poci bibit teh berada di atasnya dengan posisi tertutup. Tujuan meletakkan bibit teh pada bagian poci atas adalah untuk menjauhkan bibit teh langsung dari api, jika bibit teh langsung terpapar api, kalian tak akan mendapatkan warna, aroma, serta rasa teh yang sempurna. Sembari menunggu air poci bawah mendidih, kita juga menunggu air poci atas menyatu dengan bibit tehnya, hingga mendapatkan aroma, rasa, dan warna yang tepat. Ketika air di poci bawah mendidih, dan saat itulah teh sudah bisa disajikan. Untuk menjaga teh tetap hangat, yaitu bisa tetap diletakkan di atas kompor gas. Pada umumnya kompor gas di turki memiliki 4 tempat api, dan salah satunya ukurannya sangat pas dengan ukuran çay danlık, jadi teh tetap bisa diletakkan di atas kompor gas dengan api kecil untuk menjaganya tetap hangat.
 
                               Tampilan Teko Teh di Atas Kompor Gas

Cara menyajikan tehnya ke dalam gelas yaitu, pertama dengan menuangkan air bibit tehnya yang berada di poci atas ke dalam gelas hingga setengah, jika kalian menginginkan teh pekat (koyu: istilah Turkinya), atau mungkin sedikit saja bibit tehnya jika kalian menginginkan teh yang encer (acik: istilah Turkinya), kemudian isi gelas kalian dengan air panas yang berada di poci bawah hingga hampir memenuhi gelas, namun berikan sedikit ruang untuk gula. Masukkan beberapa sendok atau beberapa kubus gula ke dalam gelas teh kalian sesuai selera masing-masing. 

                                              Nenek Pemetik Daun Teh

Warna teh terbaik adalah merah kecoklatan, menunjukan kalau teh tersebut berkualitas baik. Masyarakat Turki menamakan teh warna demikian dengan Tavşan Kanı (darah kelinci). Teh Turki dihasilkan dari daerah Turki sepanjang KaraDeniz (Laut Hitam), yang paling terkenal adalah teh dari daerah Rize, yang memiliki cita rasa sangat khas. Rata-rata masyarakat Turki pertahunnya mengkonsumsi teh 2 kg lebih per orang. Selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Turki sendiri, teh juga di ekspor keluar negeri. Produksi teh di Turki adalah salah satu terbesar di Dunia.

Penulis : Ullih Hersandi (Pelajar Indonesia di Turki)

3 komentar :