Spring Festival 2014

                                                Stand Indonesia di Spring Festival 2014

Turki adalah negara yang memiliki 4 musim dikarenakan letak geografinya. Selalu ada cara tersendiri bagi mereka untuk merayakan tiap musimnya. Untuk bulan Mei sekarang ini adalah saatnya musim semi. Biasanya lembaga pendidikan seperti sekolah maupun universitas menyelenggarakan berbagai festival menarik. Selain lembaga pendidikan, Pemerintah juga selalu mengadakan acara maupun festival-festival untuk menyambut datangnya musim semi. Momen kali ini memang tepat untuk kami berbangga pada Indonesia. "We are Indonesian" Ya! kami adalah orang Indonesia. Di musim semi tahun 2014 ini, kami ikut berpartisipasi dalam festival tahunan yang diadakan oleh sebuah Organisasi Pelajar Internasional . Festival ini juga didukung oleh pemerintah Turki. Oleh karena itu acaranya diadakan di pusat alun-alun kota. Acara Spring Festival tahun ini diadakan secara bersamaan di berbagai kota di Turki pada tanggal 10-11 Mei 2014. Dan untuk kota Samsun tempat penyelenggaraannya di Samsun Cumhuriyet Meydanı. Nama acara resmi ini yaitu "7. Uluslararası Öğrenci Buluşması" yang artinya kurang lebih "Pertemuan Pelajar Asing ke-7" yang bermaksud pertemuan semua pelajar asing yang masih menimba ilmu di tanah Turki. Acara ini diisi oleh kurang lebih sekitar 55 negara dan lebih 2.900 orang yang diundang dan belum termasuk penduduk setempat yang menghadiri acara tersebut. Setiap negara mendapatkan jatah satu stand untuk diisi dengan pernak-pernik unik khas dari masing-masing negara. Dengan berdirinya stand-stand setiap negara, mereka berkesempatan untuk memperkenalkan khas dan kultur dari negara mereka sendiri. Kami mendapatkan jatah stand yang lokasinya mungkin terbilang kurang strategis, namun tak pernah sedikitpun menghambat kami untuk berjuang memperkenalkan Indonesia ke mereka. Di stand kedua dari pojok kiri itu milik kami, yang terlihatnya memang sederhana tapi membahana luar biasa.

                                 berbagai jenis gantungan kunci dan pernak-pernik lainnya

Hari pertama, dari stand Indonesia kami menghadirkan berbagai pernak-pernik seperti gantungan kunci khas Indonesia, kumpulan kartu pos lucu bergambar tempat-tempat pariwisata di Indonesia, beberapa tas dan dompet kecil, juga ada seruling bambu khas tanah Sunda. Meskipun pernak-pernik yang kami hadirkan berukuran kecil, tapi sungguh menarik minat pengunjung begitu besar. Gantungan kunci sekecil itu mampu mendatangkan ratusan pengunjung. Bahkan sebagian besar mereka merasa kagum akan motif yang terdapat di gantungan kuncinya. Tak sedikit juga dari mereka yang penasaran dan mencoba langsung untuk meniup seruling khas Sunda, meskipun tak tahu bagaimana cara memainkannya namun terlihat jelas di wajah mereka rona kebahagiaan mengenal Indonesia. Pernak-pernik yang kami pamerkan ternyata mampu menyerap banyak perhatian dari pengunjung acara Spring Fest ini. Banyak dari mereka yang berniat membeli pernak-pernik yang terpampang di meja pameran kami. Tanpa disangka ada seorang bapak-bapak paruh baya yang sangat berkeinginan kuat untuk membeli dompet anyaman yang terdapat di meja pameran kami bersama gantungan kunci lainnya. Entah kenapa bapak ini begitu tertarik dengan dompet tersebut. Namun dengan sangat terpaksa kami tak bisa menjualnya, karena kami mendirikan stand di sini niat awalnya untuk mengenalkan Indonesia.

                tampilan tumpeng nasi kuning yang kami buat spesial untuk Spring Festival 2014

                                          pengunjung sedang mencicipi makanan Indonesia

Tidak lupa meja di bagian makanan Indonesia yang letaknya disebelah meja pernak-pernik ternyata tidak kalah unik. Ini yang paling menarik perhatian semua pengunjung. Nasi tumpeng. Ya! kami menghadirkan nasi tumpeng sebagai makanan utama. Dihias secantik mungkin, juga ditambah dengan potongan wortel yang membentuk tulisan "Türkiye" dan "Endonezya". Stand di bagian makanan ini bisa dibilang yang paling ramai  pengunjungnya, karena ini merupakan ciri khas dimana orang Turki belum pernah sama sekali melihatnya. Untuk tumpengnya kita letakkan di meja paling depan. Sengaja kami lakukan demikian untuk menarik perhatian pengunjung dari kejauhan. Ternyata cukup berhasil usaha kami, mereka berbondong-bondong mendatangi stand kami. Ada yang bertanya bagaimana cara membuatnya, seberapa rumitkah proses pembuatannya, butuh waktu berapa lama dalam membuatnya, berapakah orang yang turun adil dalam prosesnya, bahan apa sajakah yang digunakan, bagaimana bisa nasi putih berubah menjadi nasi kuning, dan masih banyak lagi pertanyaan unik dari mereka. Untuk mengobati rasa penasaran para pengunjung akan tumpeng yang kami pamerkan, kami juga menyediakan nasi kuning untuk dicicipi para pengunjung yang benar-benar penasaran ingin mencicipinya langsung. Terlihat antusias mereka mengantri panjang demi mendapatkan nasi kuning yang kami bagikan. Selain nasi kuning, kami juga menyediakan es buah, agar-agar dan risoles untuk dinikmati pengunjung. Ekspresi mereka ketika mencicipi makanan yang kami suguhkan ke mereka sungguh luar biasa, mungkin karena di negeri Turki ini citarasa makanan kami tak bisa mereka dapati.

                               Muhsin dan Tasya yang merupakan Ambassador hebat kami

               beberapa tampilan screenshot dari Instagram yang berhasil kami kumpulkan

Satu lagi yang membuat stand kami semakin meriah, yaitu di bagian Foto Stand. Stand yang kami dirikan sengaja di desain sedemikian rupa dengan strategi menarik minat pengunjung sebesar-besarnya. Setelah kami pasang strategi dengan meletakkan meja tumpeng di deretan depan, kami juga menempatkan 2 orang ambassador kami yaitu Muhsin Abdul Hadi dan Tasya Anandita di depan stand, tepatnya di dekat papan promosi bergambar wisata di Indonesia. Tujuannya selain untuk menarik minat pengunjung agar berdatangan, dan bisa foto bersama 2 ambassador kami. Juga untuk mempromosikan Indonesia, karena secara tanpa sadar ketika mereka foto dengan 2 orang Ambassador kami, foto mereka akan memiliki latar belakang foto tempat wisata di Indonesia. Hampir semua pengunjung yang lalu lalang berfoto dengan mereka. Kami memiliki strategi agar Indonesia selalu diingat para pengunjung, dengan selalu memberikan ucapan selamat datang dengan cara kedua tangan ditangkupkan dan kemudian diangkat sedada, sebagai simbol salam khas dari Indonesia. Salam seperti ini juga kita aplikasikan kepada kedua ambassador kami. Jadi setiap mereka berdua foto bersama pengunjung mereka akan bergaya salam ala Indonesia. Sangat luar biasa ternyata para pengunjung tertarik dengan cara salam yang kita lakukan, dan merekapun tak segan-segan membalasnya dengan cara yang sama pula bahkan ketika foto bersama kamipun mereka juga bergaya salam yang sama ala Indonesia. Stand foto ini memang yang ditunggu-tunggu pengunjung karena ini sebagai bentuk kenangan seperti "Ini lho foto saya bersama orang Indonesia!" alasan kenapa kami membuat strategi foto stand sebenarnya cukup sederhana, di zaman sekarang ini semakin banyak pengguna jejaring social seperti facebook, twitter, ataupun instagram. Setelah mereka cukup tertarik dengan Indonesia, kemudian mereka berhasil foto bareng Ambassadornya, lalu mereka akan mengunggah foto tersebut ke akun jejaring sosial yang mereka punya, dengan begitu tanpa sadar mereka juga ikut andil dalam mempromosikan Indonesia. Ternyata strategi kami cukup ampuh, karena malam hari setelah acara selesai kami coba mengecek jejaring sosial bernama Instagram yang fungsi khususnya untuk mengunggah foto, lalu kami masukan kata kuncinya #Endonezya dan kemudian muncullah foto-foto 2 orang Ambassador kami memenuhi hasil pencarian yang ditemukan system jejaring sosial Instagram.






                      penampilan permainan alat musik dari pelajar asal negara Kirgistan

               penampilan khusus dari panitia berupa tarian Karadeniz (tarian daerah Laut Hitam)

Acara Spring Festival tahun 2014 ini juga diisi dengan berbagai hiburan seperti tari tradisional dari masing-masing negara, adapula beberapa dari mereka yang menyanyikan lagu asal negara mereka masing-masing, mereka juga membawakan lagu dan puisi dalam bahasa Turki, selain itu ada juga pertunjukan drama dan juga diisi oleh bintang tamu penyanyi nasyid Mesut Kurtis di hari kedua. Di berbagai stand, ada beberapa negara yang memainkan alat musik tradisionalnya. Ada juga yang menuliskan nama negara mereka dalam tulisan dan huruf mereka sendiri, seperti beberapa negara arab yang menuliskannya dengan huruf Arabic dan negara Thailand yang menuliskannya dengan huruf Thailand yang terlihat sangat menarik karena jarang sekali bisa kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Yang menarik di stand Pakistan, karena mereka membuatkan Hena/Inai/Pacar kepada para pengunjung. Dari Turki sendiri mereka menghadirkan stand pembuatan Ebru, yaitu seni peninggalan Kerajaan Utsmaniyah zaman dulu.

                                  foto bersama setelah stand kami tutup di hari kedua 

                         foto bersama di akhir upacara penutupan Spring Festival 2014

Di hari kedua pun sama seperti hari sebelumnya. Namun acara lebih meriah karena semakin banyak hiburan dan merupakan hari penutup acara. Juga kehadiran Mesut Kurtis yang membuat pengunjung semakin ramai. Acara Spring Festival tahun 2014 ini adalah kesempatan kami untuk memperkenalkan Indonesia. Tahun ini adalah kali pertama Indonesia turut hadir membuka stand di acara tersebut. Karena di tahun sebelumnya tidak ada stand dari Indonesia untuk wilayah kota Samsun.Kami juga ingin membuat warga Turki tahu kalau “ini lho Indonesia!” kami merasa bangga dan senang melihat ketertarikan pengunjung terhadap stand Indonesia dan juga beberapa respon positif yang kami terima. Semoga hal ini tdak membuat kami merasa sombong, tapi sebagai pemicu agar lebih baik lagi di Spring Festival tahun depan. Görüşürüz! ^_^

                                    tim kami sedang hormat kepada sang saka Merah Putih

                    salam perpisahan dari kami dan sampai jumpa di Spring Fest tahun depan

Mia Siti Nurazizah
Ondokuz Mayis University
Ilahiyat Faculty

0 komentar :

Tercih Edilen İnsandır


Tercih edilen, yıllardan önce.
Hatırlanan, şimdiye kadar.
Özlenilen, karşılaşılmadığı halde.
Tercih edilen olarak inanılan.
Samimi olarak katlanılan.

Samimiyetin dağlar gibidir.
Yumuşaklık olarak sakinlik vermiş.
Kuran'la imanı doyurmuş.
Sabırıyla yağmurlar yağmış.
Baltayla kesmeyi denedikleri halde, gücü değişmemiştir.

Tercih edilen insandır.
Hatırlanan insandır.
Özlenilen insandır.
Sevdiğimiz,
Allah'ın sevdiği insandır.

12/03/2014
Ayudya Arum Cendani
Jurusan Bahasa dan Sastra Turki
Ondokuz Mayıs Üniversitesi
Samsun, Turki

0 komentar :

Struktur Kepengurusan PPI Samsun 2013/2014


0 komentar :

Apply Beasiswa ke Turki 2014


Syukur terhadap Allah SWT sang pemberi nikmah dan selawat kepada baginda Muhammad SAW, penunjuk  jalan kebenaran. Tak lupa saya ucapkan terimakasih  kepada setiap orang yang berperan bagi saya mendapatkan Beasiswa Turki ini, berikut ini adalah sedikit ulasan mengenai Turki, apa sih itu Beasiswa Turki?, dan bagaimana alur-ngidulnya saya mendapatkan beasiswa ini. Selamat membaca………………..!
Turki adalah salah satu diantara dua Negara yang memiliki lahan di kawasan Asia dan Eropa, Hal ini memungkinkan Turki untuk mencerminkan budaya dan pengalaman yang beragam. Kekayaan budaya dan keragaman dibentuk oleh akarnya dalam sejarah,budaya dan kepercayaan di Timur Tengah, Anatolia dan Balkan.


Sepanjang sejarah, Anatolia, dimana Turki terletak, telah menjadi pusat  dari beberapa peradaban sejarah sejak zaman kuno. Turki memiliki karakteristik sendiri yang unik seperti sosial dan budaya antara lain dalam hal masakan, musik, seni, sastra dan arsitektur.

Turki Modern  didirikan pada tahun 1923. Sejak itu, Turki memiliki ikatan sejarah dan budaya yang kuat dengan Negara-negara tetangganya dan wilayahnya. Sejauh ini,  Turki telah memainkan peran aktif dan memberikan teladan menyebarkan demokrasi, dialog antar agama dan pemahaman budaya diantara Negara-negara lain, sebagai cara untuk membangun kerjasama dan membawa perdamaian dan pembangunan ke wilayah tersebut.



Turki memiliki ekonomi yang kuat, masyarakat terbuka yang dinamis dan demokrasi yang maju. Dalam dekade terahir, Turki telah mencapai pertumbuhan ekonomi yang luar biasa dan kemajuan substansial dalam bidang politik dan sosial. Turki adalah salah satu Negara dengan perekonomian paling cepat berkembang hingga sekarang  mampu  berada pada posisi 6 dalam perekonomian terbesar di Eropa dan 16 di Dunia.
Selanjutnya, Turki berusaha juga berperan lebih aktif dalam perkembangan regional dan global dengan berkomitmen penuh terhadap proses keanggotaan Uni Eropa. Sebagai Negara demokrasai terkemuka di Timur Tengah dan Eropa, Turki mewakili dan mempromosikan nilai-nilai universal, hak asasi manusia, dialog, kerjasama dan partnership di wilayah tersebut, sebagai prinsip dasar kebijakan luar negeri Turki yaitu ” perdamaian di rumah sendiri dan perdamain dunia”.



Di dalam masalah pendidikan, Turki membuka pintu universitas untuk siswa internasional dari seluruh Dunia dengan “ Turkiye Scholarship”. Beasiswa dengan peluang yang luas dan pendidikan di universitas-universitas Turki yang berkualitas akan membantu untuk mendapatkan perspektif baru, dan kemampuan membuat  memiliki pengalaman lebih dari orang lain.

Beasiswa turki bersifat non-dikembalikan alias tidak ada timbal balik, Beasiswa Turkiye disediakan untuk siswa internasional yang belajar di tingkat Pendidikan Tinggi. Tujuan Beasiswa Turki ini sendiri adalah untuk meningkatkan saling pengertian dengan Negara-negara lain dan untuk berkontribusi dalam  kekayaan informasi global di zaman sekarang ini.



Kandidat pendaftar hanya bisa mendaftar secara online melalui situs web Beasiswa Turki yaitu: www.turkiyeburslari.gov.tr dan www.trscholarship.org

Aplikasi akan dipertimbangkan sesuai dengan keberhasilan akademis kandidat. Apabila aplikasi berkas diterima (tidak semua orang yang mendaftar diterima), kandidat akan diundang untuk melakukan wawancara di kantor kedutaan Turki yang ada di Jakarta. Informasi mengenai wawancara akan dikirim ke alamat e-mail yang digunakan untuk aplikasi, apabila kandidat lolos dalam wawancara dan terpilih sebagai pemenang beasiswa, kandidat akan diberikan beasiswa dalam bidang yang sesuai berdasarkan pada latar belakang akademis kandidat(sesuai jurusan yang diahlikan).



Untuk selanjutnya Beasiswa Turkiye ini memberikan beberapa rangkaian beasiswa yang berupa:
1.      Uang saku bulanan:

·         Associate Program                    : 282,50 USD per bulan
·         Undergraduate program          : 282,50 USD per bulan
·         Post graduate/ Master                          : 423,75 USD per bulan
·         Doctoral Program                     : 565       USD per bulan
                                                                                                                                    

Pemenang Beasiswa Turki bisa tinggal di asrama perguruan tinggi negeri tanpa membayar biaya apapun. Bagi mahasiswa yang tidak ingin tinggal di asrama ini dapat menggunakan kemungkinan perumahan lainnya atas biaya mereka sendiri.
3.      Biaya kuliah
Bagi pemenang beasiswa ini juga tidak membayar uang sekolah atau biaya universitas untuk pendidikan.
4.      Biaya kesehatan
Untuk biaya kesehatan, pemenang beasiswa Turki akan mendapatkan asuransi kesehatan masyarakat.
5.      Kursus bahasa turki
Pemenang beasiswa turkiye akan mengambil kursus selama setahun jika mereka tidak memiliki bukti pengetahuan bahasa Turki (sertifikat bahasa Turki). Walaupun di fakultas mendapatkan program pembelajaran dengan bahasa lain seperti bahasa inggris, pemenang beasiswa Turki tetap harus mengambil Turkish Language Course di tahun pertamanya.
6.      Transportasi
Untuk masalah transportasi pemenang beasiswa Turki akan mendapatkan pembiayaan tiket pemberangkatan diawal kedatangan, dan kepulangan setelah lulus dari Turki.



Disisi lain ada juga beberapa persyaratan yang harus diperhatikan sebelum mengerjakan aplikasi, berikut adalah persyaratannya:
1.    Kandidat yang telah lulus atau akan lulus dari lembaga pendidikan yang setara dengan yang ada di Turki (maksudnya lulus SMA ke S1, S1 ke S2, dan S2 ke S3)
2.      Kondisi usia memenuhi persyaratan sebagai berikut:

·         Bagi pelamar yang berlaku untuk gelar sarjana, kelahirannya tidak lebih awal dari 1992/01/01.
·         Bagi pelamar yang berlaku untuk gelar Megister , kelahirannya tidak lebih awal dari 1983/01/01.
·         Bagi pelamar yang berlaku untuk gelar Doctoral, kelahirannnya tidak lebih awal dari 1978/01/01.


.      
     Diharapkan memiliki nilai akademik tertentu dari setiap kandidat untuk setiap program dan tingkat beasiswa. Ada skor minimal tertentu dari program yang kandidat akan lamar di bagian “penilaian dan seleksi”.
4.   Mahasiswa yang sudah belajar di Turki tidak diperkenankan untuk diterapkan pada tingkat ini, karena mereka sudah belajar dan ada di Turki. (ada bentuk beasiswa lain bagi mereka dengan persyartan berbeda, yaitu support scholarship).
5.     Warga Negara Turki dan orang-orang yang telah kehilangan kewarganegaraan Turki tidak dapat mengajukan permohonan untuk program beasiswa ini.
6.      Aplikasi hanya dilakukan secara on-line melalui website diatas.


Penilaian dan Seleksi
di tahap ini penilaian dari beasiswa Turki sendiri didasarkan pada tingkat keberhasilan akademik kandidat siswa.
Kriteria akademik pelamar akan diukur menurut dokumen-dokumen ini.
·         Nilai sertifikat  atau diploma.
·         Sertifikat ujian masuk universitas (kalau ada).
·         Sertifikat tamatan SMA (high school).
·         Test uji skor internasional. (kalau ada)
·         Lain skor penilaian akademik. (*) IPK kumulatif.
Kandidat harus memiliki minimal:
·         Untuk aplikasi gelar asosiasi 70%
·         Untuk aplikasi gelar sarjana 70 %
·         Untuk aplikasi gelar Master dan Ph.D aplikasi gelar 75%
·         Untuk aplikasi sekolah medis 90%



Usahakan didalam menyelesaikan aplikasi agar diisi sepenuhnya, karena semakin lengkap kita mengisi dan pula baik nilai akademis, akan semakin memungkinkan untuk mendapat undangan wawancara.
Informasi wawancara akan disampaikan melalui e-mail dan system aplikasi online. Wawancara akan diadakan tatap muka di kantor kedutaan Turki di Jakarta.


setelah kita mengenal beasiswa Turki, giliran saya bercerita tentang alur ngidulnya  cerita saya mendapatkan beasiswa ini (semua ini berdasarkan pengalaman pribadi saya).

 Saya adalah alumni Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 2012 yang alhamdulillah mendapatkan amanah untuk mengabdi guna mengajar di Pondok Modern Darussalam Gontor 1. Saya terobsesi sekali untuk bisa melanjutkan study kuliah di luar negeri, apalagi ditambah dengan mendengar cerita motivasi guru-guru saya dulu semasa belajar, melihat foto dan video senior-senior saya yang sudah bisa menginjakan kakinya di negeri orang, selanjutnya semasa mengabdi di tahun ke depannya saya berniat untuk melanjutkan sekolah di Pakistan, tepatnya di Internationa Islamic University of  Islamabad. Karena itu saya mempersiapkan berkas-berkas yang memang perlu diterjemahkan (seperti: KK, akte, ijazah SD/SMP, dan KTP) dan juga membuat Paspor. Setelah semuanya selesai dan saya rasa siap, dikirimlah semua berkas-berkasnya kesana. Terimakasih saya ucapkan kepada Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Pakistan yang telah banyak membantu (lebih khusus nya for my math teacher). Setelah lama menunggu beberapa bulan setelahnya, walaupun belum disertai ijazah karena masih dalam masa mengabdi, alhamdulillah saya sudah mendapatkan calling letter dan noc letter dari universitas (semua berkat bantuan beliau my math teacher), pertanda saya sudah bisa mengajukan visa di kedutaan  Pakistan (visa pakistan butuh  waktu 3-4 bulan lebih).



Di pertengahan saya mengabdi, saya mendapatkan informasi melalui internet bahwa ada pendaftaran beasiswa Turki untuk S2 telah dibuka, dan ada satu orang dari mahasiswa Institut Study Islam Darussalam (ISID) yang lulus berkas akan tapi setelah melewati wawancara beliau tidak lolos. Tak lama setelah itu saya tahu ternyata ada sekitar 6-7 orang dari mahasiswa ISID yang mendaftar, cuman dari mereka semua tidak ada yang lulus terkecuali beliau. Beliau yang  satu inilah yang  lolos berkas dan sempat menjalani wawancara.

Di antara bulan Ferbruari dan Maret, dibuka pendaftaran beasiswa untuk S1. Saya mencoba untuk mendaftar di website resminya (http://www.turkiyeburslari.gov.tr/),  dimulai dengan mendaftarkan dan menkonfirmasi email (*yang dulu sempat berkali kali salah karena gak faham cara konfirmasinya dan gak bisa masuk ke websitenya) .didalamnya kita disuruh mengisi formulir yang berbahasa Inggris, dimulai dari data-data pribadi, juga pertanyaan mengenai jurusan, kontribusi, mengapa harus Turki, kenapa memilih jurusan ini, mengisi 5 universitas tujuan( waktu itu taunya hanya Galatasaray University  karna tau dari sepak bola). Itu semua diisi dengan jelas dan sebaik mungkin dengan bahasa Inggris. Di akhir, barulah kita mengupload berkas-berkas yang diminta, dari mulai ijazah SMA (waktu itu tidak ada), pasport, ada toefl juga (waktu itu saya memasukan sertifikat penghargaan lomba bahasa Ingris ketika SMP), dan ada pula international exam document (saya sempat pusing untuk memasukan apa). semua berkas yang saya telah masukkan adalah berkas yang pernah saya pakai untuk ke Pakistan.


Singkat cerita, lama saya menunggu, ketika 3 hari setelah pengabdian saya selesai, saya mendapatkan email undangan wawancara dengan membawa dokumen-dokumen asli. Saat itu ada sebuah masalah, ijazah saya belum diambil. Karena saya masih mempunyai waktu, tepatnya hari itu adalah hari rabu dan jadwal wawancara saya adalah hari minggu, saya putuskan kesokan harinya untuk berangkat ke Gontor guna mengambil ijazah (rumah saya di sukabumi 24 jam ke Gontor naik bis). Hari kamis saya berangkat dengan bis yang delay 4 jam (sempet merasa deg-degan takut tidak bisa sampe Jakarta ketika hari minggu). Jum'at malam saya sampai di Gontor, malam itu juga saya mengurus ijazah dan meminta surat rekomendasi dari ISID, sekaligus meminta nasihat kepada Rektor ISID. Setelah itu saya mencari tiket kereta dan ternyata sudah habis. Akhirnya sabtu paginya saya berangkat naik bis lagi kembali ke barat yaitu ke kota Jakarta. Minggu saya sampai di Lebak Bulus (jujur waktu itu saya masih pusing dengan Jakarta, karena saya orang kampung). Alhamdulillah saya dijemput oleh teman tepatnya sekitar jam 10. Sekitar pukul 14.00 saya berangkat ke kedutaan Turki dengan diantar oleh teman yang menjemput tadi. Tak lama menunggu, giliran saya pun datang. Bismillah, ada 4 orang yang sedang mewawancara (bukan orang indo). Ruangan ber-AC akan tetapi cukup panas badan. (Seakan-akan sedang diuji saat Ujian lisan di Gontor dulu). Saya tidak baca buku atau prepare apapun sebelumnya. Teman-teman lain yang diwawancara kebanyakan mereka tahu bnyak hal terutama tentang Turki, yah sedangkan saya 4 hari bolak-balik naik bis ( Sukabumi-Gontor-Jakarta). Tidak sempat terpikirkan membaca buku, ya sudahlah dengan modal bahasa, saya jawab sebisanya, pertanyaannya meliputi banyak hal. Di antaranya;

a. Profile diri
b. Jurusan
c. Kontribusi
d. Kenapa harus Turki
e. Pengetahuan tentang Islam (karena jurusan yang akan saya ambil adalah Illahiyat/ Islamic theology) dll.


Didalam wawancara saya hanya berusaha Talkative di dalam berbicara dengan modal bahasa, lama tidak nya didalam interview bersifat variatif, sebelumnya ada teman saya yang hanya diinterview dalam waktu 10 menit ada yang lumayan agak lama,bahkan ada yang kurang dari 10 menit, didalam ruangan interview banyak soal-soal yang perlu kita jawab dan jelaskan sampai salah satu soal yang saya masih ingat sekali hingga sekarang “how many arkanu-l iman are there inI islam” Tanya salah satu dari ke empat pewawancara yang  tau bahasa arab, saat itu saya jawab dengan mudahnya “there are six; al-iman billah, malaikah, kitab, rasul, yaumul akhir and qodo qodar” what will happen to you or what will you do if a professor in Turki he said that there only five rukun iman in islam???. Owh saat itu saya langsung melirik pewawancara yang lain dan dengan senyum saya berkata “ hmmmm…owh this is so hard to answer…” dan beliau hanya tersenyum sambil melirik sambil mengedipkan matanya kepada saya. Lalu sebisanya saya jawab pertanyaan itu” I will not directly protest him and I will not believe him, but I will put that doctrine in my mind, because I am still in low  level of study I still need to find the truth which is right and wrong, and if it is right I’ll take but if it is wrong I will not take And I still need to study more,”  tersenyumlah para pewawancara, intinya mereka hanya berusaha untuk mengorek dan mengecoh kita dengan soal-soal mereka, disisi lain kita harus memiliki argumen yang kuat dan lebih bijaksana atau bahkan bisa menggunakan pengandaian didalam berbicara dan jangan terlihat nervous, contoh tatkala itu ketika saya ditanya masalah kenapa harus Turki, saya beri jawaban begini begini, mereka bilang lagi kan di Indonesia juga ada,malah lebih bagus lagi!, nah kita harus siap menemukan alasan-alasan yang masuk akal dan diterima oleh mereka hingga mereka terlihat puas dan tidak meneruskan pertanyaan yang berkaitan dengan itu lagi. dan diantara soal soal pula ada beberapa soal yang saya tidak bisa jawab ketika itu, contoh: madzahibul i'tiqadat, pengarang buku bidayatul mujtahid (waktu itu saya lupa). Setelah wawancara selesai, saya langsung pergi karena kebetulan sekali saya adalah orang terakhir di hari yang juga terakhir.


Singkat cerita, karena saya lumayan lama menunggu (sekitar 1 bulan setengah setelah wawancara), saya memutuskan 2 hari kedepan saya mau berangkat ke kedutaan Pakistan. Sambil menunggu visa jadi, saya berencana mondok di pesantren salaf di kota Tasik Bandung. Akan tetapi pada keesokan harinya saya mendapatkan email, bahwa saya diterima Alhamdulillah, ya sudah berhubung ini adalah beasiswa, saya beserta keluarga memutuskan untuk mengambil beasiswa Turki ini.Setelah itu saya mulai mengurus semua hal dan itu tidak lama, dimulai dari visa yang hanya 2 hari langsung jadi, reservasi tiket yang dikirim lewat email, dll .

Dan pada tanggal 30 oktober berangkatlah saya menuju Istanbul bersama teman-teman yang juga pemenang beasiswa ini, saat itu kami berjumlah sekitar 30 orang, pagi tiba di Istanbul disambut oleh teman-teman Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Turki. “Yah this is my first time coming to another country and it was Turki, Negara yang terkenal dengan dua benuanya”. sempat cari makan sebentar untuk makan nasi padang yang kita inginkan namun sayang tidak  ditemukan *-*, dan sore harinya saya melanjutkan perjalanan ke kota tujuan ahir yaitu kota Samsun. Dengan dijemput oleh salah satu mahasiswa dibandara, ahirnya tibalah saya di kota  universitas Ondokuz Mayis University (OMU) berada yang dimana saya akan belajar selama 5 tahun di universitas tersebut, sampai sekarang tak terasa empat bulan sudah saya berada disini. Awalnya memang semua terasa sulit tapi lambat laun semuanya terasa mudah dan berjalan apa adanya.



Nah, bagi teman-teman, bukannya saya bermaksud untuk menakut-nakuti, akan tetapi kemungkinan untuk tidak lolos akan sangat mungkin terjadi, dikarena beasiswa ini kompetitifannya lumayan (semua orang Indonesia dari mana saja bisa mendaftarkan). Oleh karena itu tolong pengalaman saya ini jangan dijadikan acuan pertama. Karena apa? karena saya takut jikalau teman-teman tidak lolos suatu saat nanti kedepannya, teman-teman akan bingung mau kuliah dimana, saya termasuk orang yang beruntung; dimulai daftar tanpa ijazah SMA, waktu wawancara yang bertepatan setelah pengabdian di Gontor selesai. Ada teman yang mengantar, kebetulan juga bahasanya Inggris adalah bahasa yang saya sangat gemari, jadi intinya sebisa mungkin tabur saja benih dimana-mana. Kalau tidak lolos kan, masih ada benih yang lain,  (saya daftar tidak hanya di Pakistan dan Turki, tapi juga di Universitas lainnya).



Sekian catatan  mengenai turki, beasiswa dan pengalaman saya, selanjutnya saya memohon do’a Khususnya agar saya, teman teman di Kota Samsun, serta umumnya mahasiswa Indonesia yang belajar di luar Indonesia dapat tekun dalam belajar dan dapat kembali pulang dengan membawa ilmu guna kembali mengabdi untuk agama, bangsa dan keluarga. (Rindu saya akan Sambal indonesia…hehehe)

 Terakhir kita berdo'a semoga teman-teman yang berkeinginan sekolah di luar Negeri diberikan kesehatan dan kemudahan dalam mendapatkannya dimanapun itu, ini hanya tulisan kecil berdasarkan i'brah ( pengalaman) saya pribadi. Barakallahu lakum annajah..


 Not: Syukron alaikum jami'an jazakumullah khairan katsira: my parents and family, Almukarram Ust. Amal fathullah Zarkasyi, Ust. Dihyatu Masqhan teman-teman se-hujrah YPPWPM, Teman-teman angkatan Pioneer Generation 2012, IKPM Turki, Ust.Coy, Arif Affandi, Maulana Putra Jauhari, Didik beserta keluarga, dan semuanya terimakasih banyak. Semoga bermanfaat.

Salam dari Kota Samsun, Turki.

*Sumber: website YTB and My own experience.

Muhsin Abdul Hadi
Mahasiswa Indonesia
Jurusan Ilahiyat di Ondokuz Mayis University
Samsun, Turki

11 komentar :