Galeri PPI Samsun


0 komentar :

Bukan Musim Dingin Biasa


Bumi yang kita pijaki ini memiliki sebuah satelit alam yang bernama Bulan. Bulan berevolusi terhadap bumi sepanjang hari, sedangkan bumi sendiri berputar pada porosnya dengan durasi 24 jam sehari. Perputaran bumi pada porosnya inilah yang menyebabkan terjadi pergantian siang dan malam. Lamanya durasi siang dan malam tidaklah sama antara negara satu dengan negara yang lainnya. Sedangkan bumi berevolusi terhadap matahari dalam satu tahun 365 hari, perputaran bumi mengelilingi matahari inilah yang menyebabkan bumi mengalami pergantian musim.

Setiap wilayah di bumi memiliki musim yang berbeda-beda, tergantung garis lintang dan garis bujur yang melintas di negara tersebut. Untuk Indonesia yang terletak di asia tenggara dan berada tepat di garis khatulistiwa mengalami 2 musim sepanjang tahunnya, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Musim penghujan selama 6 bulan, berawal dari bulan November dan berakhir di bulan April, sedangkan musim kemarau dimulai dari bulan Mei dan berakhir di bulan Oktober. Indonesia memiliki hutan hujan tropis dengan wilayah yang sangat luas, oleh karena itu Indonesia termasuk negara tropis dengan curah hujan tinggi. Kondisi negara Indonesia yang dikelilingi lautan dan dilintasi dua samudra yaitu samudra hindia dan samudra pasifik, menyebabkan langit di Indonesia tidak terlalu berwarna biru, lebih tepatnya berwarna putih dikarenakan langit di Indonesia dipenuhi dengan uap air dari air laut yang menguap.


Keadaan Indonesia yang termasuk beriklim tropis menyebabkan Indonesia dapat menghasilkan beberapa jenis buah khas yang tidak dapat di temukan di beberapa negara yang memiliki 4 musim. Beberapa dari buah tersebut seperti salak, duku, belimbing, durian, rambutan, gedondong, manggis, nangka, dan lain masih banyak lagi. Hampir sebagian besar varietas tanaman buah-buahan yang ada di dunia ini, bisa ditemukan di Indonesia. Setelah saya menceritakan sedikit keadaan musim di Indonesia, kini saya akan sedikit bercerita mengenai musim yang ada di Turki. Letak geografis Turki yang berada diantara perbatasan benua Asia dan benua Eropa, membuat Turki mengalami 4 musim sepanjang tahunnya. Berawal dari sonbahar atau musim gugur, kemudian berlanjut ke kisin atau musim dingin, lalu ilkbahar atau musim semi, dan yang terakhir yazin yaitu musim panas.


Saya akan menceritakan tentang 4 musim tersebut, sesuai dengan pengalaman yang saya dapatkan selama tinggal di negeri Turki ini. Saya akan menjelaskannya dimulai dari musim dingin, mengingat musim dingin merupakan musim yang paling ingin dinikmati sebagian besar penduduk yang tinggal di negara tropis seperti Indonesia. Musim dingin berlangsung dari bulan Januari hingga bulan Maret, namun biasanya suhu udara perlahan mulai turun di pertengahan bulan Desember. Pada saat memasuki musim dingin terjadi perubahan waktu, jadi fungsi dari perubahan waktu tersebut menyesuaikan lamanya durasi siang dan malam ketika musim dingin berlangsung. Perubahan waktu di tentukan oleh Pemerintah, karena Pemerintahlah yang mempunyai kewenang dan perhitungan mengenai durasi siang dan malam. Perubahan waktupun dilakukan secara serempak seluruh wilayah Turki.

 Beginilah sedikit penjelasan mengapa perlu dilakukan perubahan waktu ketika musim dingin datang. Seperti yang telah saya jelaskan di paragraph pertama mengenai rotasi bumi dan revolusi bumi yang mengakibatkan pergantian siang dan malam serta pergantian musim. Jadi sebelum musim dingin datang, yaitu ketika musim gugur matahari akan terbit sekitar pukul 06.30 am, seiring berjalannya waktu musim dingin perlahan mulai mendekat dan waktu terbit mataharipun perlahan mulai mengalami perubahan, yang awalnya pukul 06.30 am ketika musim gugur, namun setelah musim dingin datang matahari terbit sekitar pukul 07.30 am. Akan sangat terlihat aneh karena pukul 07.30 am matahari baru terbit, untuk menghindari keanehan tersebut maka dilakukan perubahan waktu dimajukan satu jam. Jadi dari jam 07.30 am dimajukan satu jam menjadi 06.30 am. Setelah dilakukan perubahan waktu, keesokan harinya matahari terbit pukul 06.30 am. Begitu pula dengan waktu sholat yang mengalami perubahan waktu, seperti waktu sholat Ashar sekitar pukul dari yang sebelumnya pukul 03.15 pm akan menjadi pukul 02.15 pm. Begitulah kiranya sedikit penjelasan mengenai perubahan waktu ketika musim dingin.


Untuk musim dingin ini, suhu udara bisa mencapai titik terendah -25 derajat celcius untuk wilayah daratan Turki, dan bisa mencapai -40 derajat celcius untuk wilayah Ukraina, Rusia dan sekitarnya. Ketika musim dingin tiba, durasi siang hari semakin pendek, dan durasi malam hari semakin panjang. Siang hari hanya akan berlangsung dari pukul 06.30 am ketika matahari terbit, hingga pukul 04.00 pm ketika matahari terbenam, sedangkan malam harinya dari pukul 04.00 pm sampai 06.30 am. Penurunan suhu udara tersebut memaksa makhluk hidup untuk beradaptasi. Di awal musim dingin pohon-pohon yang daunnya telah menguning dan mengering di musim gugur, di musim dingin ini mulai perlahan berjatuhan. Hutan, taman, serta sepanjang jalan kota di penuhi dengan daun-daun yang berguguran. Pekerja jalan setiap paginya membersihkan jalanan dari daun-daun yang berguguran, serta masyarakat juga membersihkan lahan mereka masing-masing. Penurunan suhu udara juga akan mengakibatkan air terjun, kolam di taman, serta danau-danau akan membeku saat musim dingin datang.

Di saat musim dingin, 7 hari dalam seminggu ada kemungkinan 2 hari diantaranya mengalami hujan salju. Hujan salju di awal musim berbentuk butir-butir es yang sangat kecil, karena masih tahap awal musim dingin, dan salju tersebut langsung mencair saat mengenai tanah. Perlahan hujan salju untuk berikutnya tidak lagi berbentuk butiran es, melainkan salju yang sebenarnya yang berbentuk kepingan-kepingan pipih yang mempunyai sebuah pola atau bentuk yang sangat teratur yang biasa disebut heksagonal, tapi salju-salju tersebut juga langsung mencair ketika mengenai suatu benda, sehingga tak bisa mengendap dan menumpuk. Semakin hari, keadaan semakin dingin hingga akhirnya puncak musim dingin berlangsung dengan ditandai hujan salju turun dengan lebatnya yang bisa dilihat dari ukuran salju dengan butiran-butiran besar, butiran tersebut bukanlah butiran es melainkan keeping-kepingan salju lembut yang sudah menempel saat berterbangan di langit. Salju bukanlah air, salju memiliki pola yang sangat teratur dan bentuk tipis serta pipih, yang membuatnya dapat bertebangan kemanapun angin berhembus. Saat bertebangan salju menempel dengan salju yang lainnya, hingga membentuk butiran-butiran salju yang besar saat sampai di tanah. Untuk kondisi hujan salju yang sudah lebat ini, salju-salju tersebut bisa menumpuk dan mengendap menyelimuti seluruh permukaan tanah serta pemukiman penduduk. Salju-salju tersebut tak mencair saat menyentuh tanah dikarenakan suhu udara sudah mulai sangat dingin bahkan hampir -25 derajat celcius. Seluruh permukaan sudah terlihat putih tertutup rapat oleh dinginnya salju.


Ada beberapa jenis tanaman yang takkan mengalami pengguguran daun seperti pohon pinus dan pohon cemara. Pohon cemara dapat bertahan di suhu dingin, daunnya yang berwarna hijau, bergradasi dengan warna putih dari salju terlihat sangat indah. Apalagi salju-salju yang menumpuk dan menempel di ranting-ranting pohon membuat salju tersebut lebih mirip dan terlihat seperti bunga berwarna putih dari pohon tersebut. Tak lagi terlihat rumput ataupun bunga-bunga karena semua sudah tertutup rapat oleh salju. Buah-buah yang dijual di pasaran di saat musim inipun memang terlihat cantik, namun rasa dari buah-buah tersebut sangatlah jauh dari tampilan luarnya. Contohnya saja tomat ataupun apel, terlihat mulus namun rasanya tak terlalu manis. Di musim dingin ini, serangga-serangga sudah mulai tak terlihat, seperti lalat, semut, kecoa, kumbang, serta lebah maupun kupu-kupu. Tak diketahui keberadaan mereka di mana selama musim dingin, mungkin bertahan di rumah mereka masing-masing berlindung dari musim dingin yang sangat ekstrim yang mungkin bisa mengancam kehidupan mereka.

Masyarakat sudah mulai melakukan adaptasi dengan mengenakan pakaian serta perlengkapan musim dingin, mulai dari mont (jaket musim dingin), sepatu boot, eldiven (sarung tangan), bere (kupluk), atki (syal). Memang terlihat sangat ribet perlengkapan musim dingin, namun dengan mengenakan semua itu, mereka bisa melindungi diri mereka masing-masing dari musim dingin yang bisa mencapai -25 derajat celcius. Saat puncak musim dingin aktifitas mereka sangatlah terbatas, apalagi saat terjadi hujan salju lebat hingga menyulitkan transportasi untuk melintas di jalanan karena tertutup salju. Biasanya saat terjadi hujan salju lebat, pemerintah langsung tanggap dengan menjalankan beberapa truk pembersih salju. Truk tersebut bertugas menyingkirkan salju ke tepi jalan. Untuk puncak musim dingin, terjadi hujan salju yang sangat lebat, hingga semua aktifitas diliburkan secara resmi oleh pemerintah Turki. Mulai dari perkantoran, perkuliahan, dan sekolah-sekolah diliburkan secara resmi oleh pemerintah Turki hingga badai salju berakhir. Masyarakat akan menghabiskan waktunya di dalam rumah ketika terjadi badai salju di luar. Mereka akan keluar dari rumah mereka masing-masing ketika badai berhenti, dan mulai bermain salju dengan keluarga anggota keluarga mereka. Ada yang bermain seluncuran, ada yang membuat boneka salju, dan ada pula yang bermain lempar bola salju.


Biasanya hujan salju terjadi 2 hari berturut-turun, dan 5 hari sisanya cerah dengan suhu sekitar 2 derajat celcius. Matahari terlihat nyata di depan mata, namun panas sinarnya sama sekali tak terasa dikulit kita. Di saat musim dingin, sepanjang jalan lebih terlihat hitam putih, perpaduan antara warna hitam pakaian kebanyakan orang, dengan warna putih dari salju yang menumpuk sepanjang jalan. Salju yang telah  menumpuk lalu terkena hempusan angin, maka salju tersebut akan mengeras, dan berubah bentuk menjadi balok es yang sangat keras. Sedangkan salju yang berkali-kali terinjak-injak akan berubah menjadi padat, dan sangat licin. Itulah sebabnya para pekerja jalan, kini mendapat tugas baru, yaitu sebagai pemecah balok es di sepanjang jalan trotoar. Percaya atau tidak tumpukan salju yang berubah menjadi balokan es, jika dibiarkan terlalu lama, akan merusak lapisan jalan atau troatoar karena jalan akan retak dengan sendirinya. Hujan salju yang sangat lebat bisa mengakibatkan tumpukan salju hingga 30 cm, bahkan 40 cm, yang menyulitkan kita untuk melewatinya, itulah sebabnya kita wajib memakai sepatu boot saat musim dingin, untuk melewati dalamnya tumpukan salju. Sepatu boot juga sanggup melindungi kaki kita dari dinginnya salju.


Di akhir bulan maret musim dingin akan segera berakhir. Ditandai dengan hujan salju yang sangat lebat, hingga langit terlihat sangat gelap. Hujan salju tersebut disertai angin kencang, sedangkan di hari keduanya hujan salju sangatlah kecil, mungkin sisa-sisa butiran salju yang masih tersimpan di langit, dan kemudian musim dingin berhenti, berganti dengan musim semi.  

Ullih Hersandi
Mahasiswa Indonesia Jurusan Ilahiyat
di Samsun, Turki

3 komentar :

TURKISH CUISINE

Kuliner Turki merupakan warisan dari zaman Ottoman dan dipengaruhi juga oleh cita rasa makanan negara Balkan , Asia Tengah , Timur Tengah dan juga Eropa Barat .

Untuk appetizer , Turki juga punya banyak jenis makanan fermentasi  . Tursu salah satunya yaitu  fermentasi berbagai jenis sayuran , bisa dibilang tursu merupakan kimchinya orang Turki . Diantara tursu yang hampir selalu ada di setiap rumah makan Turki adalah tursu cabai dan juga salatalık (sejenis mentimun). Tursu dibuat dengan cara , memasukan sayuran , air , garam , lemon ,cuka, dan  bawang putih kedalam wadah tertutup dan didiamkan dalam beberapa minggu . Untuk orang Indonesia yang baru mencoba, tursu mungkin tidak mudah diterima lidah karena rasanya yang terlampau asin untuk lidah orang Indonesia . Selain itu ada juga yogurt dan ayran. Prebedaan yogurt di Turki dan di Indonesia adalah yogurt di Turki mengandung garam . Ayran adalah minuman yang terbuat dari yogurt yang dicairkan dan dicampur dengan garam . Rasanya asin dan segar , sangat cocok dimunum saat musim panas .

                                                                            SÜTLAÇ
Main  course hidangan Turki antara lain  fasulye dan noğut, semacam kacang kacangan yang dimasak dengan pasta tomat dan tumisan bawang bombai . Masyarakat turki juga sangat suka menambahkan perasan lemon pada setiap makanannya seperti corba ( sejenis krim sup) , aneka olahan ikan dan juga salad . Selain itu masyarakat turki juga sangat suka dengan masakan olahan yang berbahan dasar daging, mulai dari daging sapi, daging kambing ataupun daging ayam. Hampir semua masakan Turki jika tidak mengandung daging , ya pasti ada kandungan daging ayamnya .
           
Turki adalah surganya dessert, dari baklava yang konon adalah makanan para raja hingga kadayıf dan sütlaç, semuanya begitu menggugah selera, tapi hati hati jika anda ingin mencobanya . Makanan ini sangat banyak mengandung gula, jadi pastikan mencicipinya dalam jumlah sewajarnya .

                                                                      TADAYIF
Turki adalah negara dengan makanan pokok berupa roti, bentuk roti Turki mirip dengan roti Prancis dengan ukuran lebih kecil. Roti harus selalu ada di tiap makanan Turki yang dihidangkan . Pernah membayangkan makan roti dengan lauk nasi? terdengar aneh memang, namun ini adalah sesuatu yang normal di Turki.

Membuat sarapan bisa jadi menjadi hal yang merepotkan bagi seluruh wanita di dunia . Tapi ini tidak berlaku di Turki . Sarapan di turki sungguh sangatlah sederhana, cukup menyiapkan roti , keju, coklat, butter dan telur goreng adalah sarapan standart ala Turki . Sangat mudah dan simple.

                                                                             ROTI
 Sebagai bonus artikel kali ini saya akan meberikan resep , bagaimana cara membua sütlaç . Yaitu dessert yang rasanya akan membuat anda sejenak melupakan ketatnya program diet.

# SÜTLAÇ

bahan :
-         setengah gelas belimbing beras
-         1 gelas belimbing gula
-         1 sdt vanili
-         1 kuning telur (optional)
-         1 sdm tepung beras
-         1liter susu

 cara membuat :
-         cuci bersih beras
-         rebus susu dan masukan beras, gula , masak dengan api kecil hingga beras matang .
-         Masukan vanili
-         kentalkan adonan dengan tepung beras ( campur satu sendok tepung beras dengan setengah gelas air ) masukan  2 sampai 3 sendok cairan ke adonan . Aduk hingga mengental .
-         Masukan ke wadah dan dinginkan di lemari pendingin .  Nikmati dalam keadaan dingin

* bisa juga kita buat dengan versi panggang
-      masukan adonan ke wadah anti panas
-      tambahkan satu butir kuning telur
-      lalu panggang di oven hingga kuning telur menjadi kehitaman
-         taburkan bubuk kayu manis (optional)
-         dinginkan di kulkas

-         nikmati selagi dingin

Wahyu Arief Adha
Mahasiswa Indonesia Jurusan Ilahiyat
di Samsun, Turki

1 komentar :

Harga 1 Simit

Dengan penuh paksaan aku bangunkan Hilal. Gadis yang satu ini memang ahlinya dalam hal tidur. Ngakunya menyesal kalau tidur terlalu lama, membuat dia telat bangun dan akhirnya gak bisa masuk kelas, karena saat dia baru bangun kelas telah selesai. Tapi dasar Ratu Tidur, lagi-lagi begitu dan begitu seterusnya. Pernah sekali-kali dia bangun awal waktu. Betapa girangnya dia dan merasa sukses melawan rasa kantuknya.

Hari itu tepat pukul 07.30 aku bangunkan dia karena dia berjanji akan menemaniku jalan-jalan ke taman untuk bermain di atas pasir putih bernama salju, juga memenuhi pesan bapak untuk menuliskan nama keluarga di atas salju. Aku paksa Hilal, aku kucek-kucek wajahnya, ku tarik-tarik selimutnya, akhirnya dia pun bangun. Kita pun bersiap-siap dengan segala keperluan musim dingin. Tak lupa memakai sarung tangan karena cuaca di luar sangat dingin. Keluar dari apartment, benar sekali cuaca sangat dingin meski hari itu matahari muncul dan sinarnya membuat kehidupan kota ini kembali, setelah 3 hari kemarin berturut-turut badai salju mengguyur kota yang pernah diduduki oleh Imperium Romawi ini. Kita berjalan menelusuri toko-toko yang baru saja buka, para pedagang yang baru saja menjajakan dagangannya nampak sibuk. Jalanan trotoar masih penuh dengan tumpukan salju yang sudah membeku. Sampai di Buyuk Cami, kita mencari-cari celah untuk dapat menemukan salju yang masih lembut dan belum membeku untuk dapat dicoret-coret. Tepat di depan masjid, kita berhenti di sana. Menemukan tempat kecil yang masih bersalju dan masih bisa dipakai untuk dicoret-coret. Tapi jalanan sangat licin dan kitapun nyaris terjatuh. Orang-orang yang berlalu lalang pun amat kesulitan karena harus mengahadapi es-es yang perlahan mencair hingga jalanan licin. Saat asyik menuliskan kata-kata di atas benda putih itu, ada seorang ibu sedang menggendong anaknya yang masih kecil, melewati jalan licin yang digenangi cairan es yang membeku sisa tadi malam.



“Fatma, lihat ibu yang sedang menggendong anak itu, aku khawatir mereka akan terjatuh karena jalan begitu licin.” Seru Hilal dengan nada cemas, melihat ibu itu yang berjalan tersendat karena tumpukan es. “Ayo kita bantu ibu itu Hilal.” Seru ku sambil menuju arah ibu itu berjalan. Kita pun pergi dan membantu ibu itu untuk melewati jalan lain yang tidak licin agar ibu itu tidak kesulitan. Setelah itu, kita kembali ke tempat tadi, tempat dimana kita menuliskan semua permintaan keluarga ku yang ingin menuliskan nama di atas salju. Bagi orang yang hidup di negeri 4 musim mungkin bertemu dengan salju sudah biasa, namun bagi para perantau asia, bertemu dengan benda putih ini adalah suatu momen indah tersendiri dan tidak jarang keluarga atau teman-teman sering kali meminta permintaan untuk dituliskan namanya di atas salju. Sempat berfikir, bagaimana jika salju berwarna ungu, biru, pink, atau merah, pastinya tak akan seindah ini. Ternyata Allah Maha Mengerti apa yang disukai hamba-Nya. Dan pastinya akan selalu begitu. Menikmati salju ini tidak sah jika belum pergi ke taman. Benar sekali di taman Opera ini terhampar luas karpet putih. Perlahan ku ambil segumpal salju di tangan. Tepat mengenai muka Hilal ku lemparkan segumpal salju itu. Dia pun tak mau kalah dan membalas melempar salju ke arahku. Saling melemparlah kita dan tak lupa mengabadikannya dengan jeprat-jepret di kamera yang memorinya terbatas itu. Lalu kita berjalan ke arah pinggir laut. Ternyata kita mempunyai kemistri yang sama ketika membahas soal laut. Kita sama-sama menyukai laut. Menghirup khas aromanya, melihat bentangan samudranya, dan menyaksikan gagahnya sang gelombang. Dan suhu dingin ketika itu amatlah menusuk tulang. Namun, hal itu tidak mengalahkan semangat kita untuk berjalan-jalan di pagi hari yang indah ini. Hilal mengajakku pergi ke Simit Centre. Tiba di sana kita membeli makanan-makanan kecil dan segelas teh turki metode sarapan ala Turki. Dan teh menjadi minuman wajib di Turki di setiap makanan. Ketika makanan pun habis, saat kita memutuskan untuk pulang, datanglah seorang kakek bertongkat yang nampak kelelahan. Dengan susah payah dia harus menaiki tangga menuju lantai 2. “Menurutmu apa kita membantu membawakan sesuatu untuk kakek itu?” tanya Hilal (karena di Simit Centre kita membawa sendiri makanan yang akan kita makan baru setelah itu kita bisa memilih tempat) “Tentu. Kita harus bantu dia.” Kataku. “Kakek perlu bantuan? butuh sesuatu?” tanya Hilal. “Uang buat naik bis kakek habis nak. Kakek membutuhkan uang.” Katanya. Akhirnya kita sepakat mengumpulkan uang. Tak seberapa memang uang yang kita kumpulkan, hanya cukup untuk membayar sekali atau dua kali bis saja yang kita berikan kepada kakek itu dan bergegas pulang. Sampai di tangga entah apa yang mendorongku tiba-tiba aku ingin lebih lagi membantu si kakek. “Apakah kita bawakan teh buat kakek itu?” kataku. “Boleh saja” sahut Hilal. Kita langsung saja mengumpulkan beberapa uang kurus kita. Hanya ada 50 kurus di sakuku. Dengan seadanya akhirnya kita membelikan teh dengan uangnya Hilal karena uang kurus kita tidak cukup untuk membeli teh yang harganya 1,5 TL. Namun, teh saja rasanya tidak cukup menurutku. Mengingat di tanganku sekarang ada kurus-kurus yang terkumpul tadi (50 kurus dariku dan 50 kurus lagi dari Hilal) “Teh saja tak cukup Hilal, kita beli sesuatu lagi untuk di makan kakek itu.” Ucapku “Oh gitu? Oke kalo gitu kita belikan 1 simit untuk kakek itu.” Katanya. Akhirnya uang kurus itu kita belikan untuk 1 simit. Setelah itu kita pergi ke lantai atas lagi menuju ke meja si kakek. “Kek ini silahkan dimakan.” Ucap kita padanya. “Yavrum, terimakasih banyak. Maaf aku jadi merepotkan kalian.” Kata si kakek. “Oh jangan berbicara seperti itu itu kek, tidak merepotkan sama sekali.” Akhirnya kita pergi. Ketika di jalan aku berucap pada Hilal. “Hilal! Hari ini aku senang sekali.” “Iya aku juga senang sekali. Jalan-jalan kita yang menyenangkan dan juga kita yang bisa berbagi kepada orang lain. Aku sangat senang karena ini.” “Betul sekali. Aku juga senang ketika kita membantu orang, bisa saling berbagi.” Sahutku.

Hari itu benar-benar menjadi yang menyenangkan untukku dan untuk Hilal. Dapat saling berbagi adalah hal terindah dalam hidup ini selagi kita mampu. Mengeluh dengan apa yang kita punya tidak akan memberi keuntungan pada diri kita. Sudah waktunya kita bersyukur dan selagi kita masih bisa berbagi, bagikanlah.

Keesokkan harinya, tiba-tiba hp ku berbunyi ada telfon dari Zeynep Abla. Abla yang selama ini memberi uang saku bulanan ke padaku. Dia memintaku untuk pergi ke rumahnya untuk memberi uang saku bulan Desember. Aku pun bersiap-siap dan pergi ke rumah abla. Tiba di rumah Zeynep Abla (meski sempat salah masuk apartment sebelumnya), dia memberi ku amplop berisi uang saku bulan ini dan aku  pun menandatangani tanda aku telah mengambil uang saku bulan ini. Aku pun pamit untuk pulang, ketika aku membuka isinya aku kaget dan bercampur senang dan berucap dengan penuh syukur. Uang saku bulan ini lebih 50 TL dari yang biasanya. Tak hentinya aku bersyukur. Dan tiba-tiba aku mengingat 50 kurus yang aku berikan untuk membeli simit untuk seorang kakek hari kemarin itu. MasyaAllah aku pun merasa sangat bahagia dan penuh syukur tak berhenti memuji kebesaran-Nya. Bukan karena mendapat 50 TL nya yang membuatku bahagia tapi atas kebesaran Allah lah yang membuatku bahagia. Benar Allah akan membayar segala perbuatan yang kita kerjakan. Kebaikan sekecil apapun Allah akan berikan pembalasannya berkali-kali lipat. 1 yang kita kerjakan Allah memberinya 10, 100, bahkan 1000. Jika tidak di dunia, di akhirat kelak balasan itu telah menunggu kita. Turki, di setiap langkahku ini banyak pelajaran-pelajaran hidup yang ku dapatkan. Kaki-kaki ini menjadi saksi setiap perjalananku.

Mia Siti Nurazizah
Mahasiswa Indonesia Jurusan Ilahiyat
di Samsun, Turki

0 komentar :

The true Imtihan


Menuntut ilmu di luar negeri dengan harus memakai bahasa negara itu sendiri tidak semudah membalik telapak tangan ternyata Samsuners. Kalau pun awal tahun memang materi ulangan di SMA tapi namanya beda bahasa kita kaya belajar baru nemu itu materi. Contoh di Turki nih, kita kudu setaun belajar bahasa Turki dulu baru bisa kuliah. Setelah masuk kuliah masih harus menyesuaikan bahasa kuliah dan bahasa sehari-hari. Tapi jangan Samsuners, belajar dengan susah payah itu kita mendapat 2 sebab. (Sebab menuntut ilmu dan sebab karena kesusahan). Oh iya ada yang pengen saya sampaikan juga sama Samsuners di sini. Momen midterm dan final exam tahun ini banyak memburu hikmah nih. Alhamdulillah, gak sengaja saya kepikiran banyak hikmah saat nunggu ujian Al-Qur’an. Merhatiin temen-temen yang lagi pada galau. (hihi). Ada yang manyun karena nilai-nilai ujian (ada beberapa nilai yang udah keluar), ada yang panik mau ngadepin ujian, ada yang bolak-balik gak jelas (lagi ngulang hafalan Al-Qur’an ternyata), dll. Nah, biar hikmah-hikmah ini lebih berhikmah dan bermanfaat lagi, saya juga ingin berbagi sama Samsuners ini.


Selama ini kita tahu bahwa di setiap kata “sekolah” pasti berhubungan dengan yang namanya ujian. Ujian semester lah, ujian akhir lah, ujian blok lah, segala macam ujian ada. Perlu kita sadari makna dari ujian itu sendiri. Kalau kita pahami dari sisi yang sempit, ujian itu hanya berupa selembar kertas, yang berisi beberapa soal, yang dikerjakan dalam waktu yang ditentukan, dan setelah itu kamu hanya tinggal menikmati hasilnya nanti. Padahal the true imtihan itu bukan soal itu, ada banyak hal yang sering kita lupa Samsuners. Salah banyak nya ini dia. Check this out!

Nilai bukanlah segalanya

Perlu kita balikan lagi niat awal kita mencari ilmu nih Samsuners. Buat apa sih kita mencari ilmu ini? Apalagi yang jauh-jauh pergi merantau (nyindir diri sendiri). Hayooo siapa sih yang niatnya masih untuk dapat nilai tinggi? Value is important. Oke, nilai emang penting sohibers. Tapi itu nanti dulu, nilai jadi penting setelah kita berusaha, nilai itu cuman bayaran atas usaha kita. Ilmu kita gak akan nambah kalau niat kita untuk nilai. Kalau niat kita memang untuk mencari ilmu lillahi ta'ala nilai berapapun pasti ikhlas kok. Karena yang menjadi tujuan awal bukan nilai, tapi ILMU. Ayo kita berhijrah niat Samsuners.

Legowo di bidang yang kita tidak bisa

Samsuners, di sini nih terkadang kita gak terima kalau si X bisa di bidang itu sementara kita gak bisa. Ayolah kita gak perlu jadi manusia takabur ingin bisa di segala bidang. Semua orang punya kemampuannya masing-masing (bener ga Samsuners?). Kita cuman bisa berusaha sekeras mungkin, karena semuanya tidak instan. “Lah di B dia pinter di semua bidang. Semua nilai-nilainya perfect tuh?” kata siapa? Belum tentu lhoo, biasanya orang-orang yang pinter di bidang akademis, kurang bisa di bidang seni. “Ah kaga dia seni nya juga keren kok.”  Itu urusannya dengan takdir Allah sohibers. Mungkin itu sudah jadi kehendak Allah. Tapi sohibers legowo di sini bukan berari kita juga hanya pasrah begitu aja tanpa perbaikan, tentunya harus diiringi dengan sabar, do’a, tawakkal, dan usaha yang baik menuju perubahan yang lebih baik.

Males emang harus dibunuh

Lagi dan lagi, dari dulu malas jadi probem utama. Sebenernya problem itu muncul dari kita yang susah untuk memulainya. Padahal kalau sudah dimulai, rasa malas situ hilang dengan sendirinya, bahkan kalau sudah larut di dalamnya kita malah akan menemukan keasikannya tersendiri dan tidak ingin berhenti. Malas merupakan penyakit akut yang melanda para pelajar. Untuk menghindari kata malas ini saya pernah baca suatu artikel di internet nih, melatih diri untuk tidak mengatakan “Kapan selesainya?” tapi ganti dengan “Saya mulai sekarang” mengganti “Saya harus” dengan “Saya ingin”. Oke Samsuners jangan biarkan malas menguasai kita :D

Gunakan peluang selagi ada

Sering kita leha-leha saat ada waktu luang. Pintar-pintarlah menggunakan waktu luang. Kalau kita gunakan waktu luang itu untuk nonton, jalan, dsb. Jangan salahkan soal yang susah, jangan salahkan guru yang killer kalau nilai kalian kecil gak sesuai keinginan. Udah tau soal bakal susah, masih leha-leha, udah tau guru pelit ngasih nilai masih nonton film terbaru (katanya sih gak mau ketinggalan episode paling serunya). (Duh, kesindir nih :D) Hiburan dan istirahat memang perlu tapi tak membuang waktu dengan percuma. Orang sukses itu hanya istirahat sepersekian menit dari kesehariannya. Baiklah yang masih menggunakan waktu luang yang gak manfaat mulai sekarang ayo kita luangkan untuk melakukan hal yang positif dan manfaat. J

Positif thinking itu perlu

“Lah gua mah yakin dah gak lulus di pelajaran ini mah.” Ini nih sohibers. Belum apa-apa udah putus asa duluan. Belum masuk ujian juga udah so tau duluan kalo dirinya gak akan lulus. Tau dari mana coba sebelum kita mencoba dulu? Justru nih ya kata pakar psikologi itu, apa yang kita katakan akan berpengaruh sama diri kita. Karena yang mengendalikan diri kita itu adalah otak sebagai pusat pikiran kita, yang mengendalikan apa yang akan kita lakukan. Kalo pikiran kita gak lulus dan gak lulus, itu malah meyakinkan diri kita gak akan lulus. Coba deh PD dikit kenapa? (PD positif ya). “Wah ane udah belajar semaleman ampe gak tidur nih. Semoga bisa in sya Allah lulus deh.” “Pokoknya gue gak akan kena remedial. Pokoknya gue harus lulus.” Nah kan kalo gitu enak di denger ya. Kaya ada energi kuat yang mendorong kita buat semangat gitu. Ya gak Samsuners?

Sabar, do'a dan tawakkal jalan keluarnya

Setelah semua usaha kita kerahkan, kita kencangkan (hehe), setelah ujian-ujian telah kita lewati, kita hanya perlu berdo’a dan tawakkal, menyerahkan semuanya kepada Yang Maha Mengendalikan. Karena Laa haula wa laa quwwata illa billah, semuanya kembali lagi kepada Allah, Allah yang berhak mengeksekusi atas usaha, kesabaran, dan keuletan kita. Jika hasil ujian Samsuners jelek-jelek nih (nyindir diri sendiri lagi), ya berarti usaha kita belum maksimal, kita belum bisa memanfaatkan waktu luang mungkin, atau kita masih malas-malas, bolong-bolong do’anya, dll. Intinya kuncinya kita harus bisa bersabar, karena itu pasti hasil yang terbaik yang diberikan oleh Allah.


Jadi Samsuners, ujian midterm atau final exam sebetulnya bukan ujian. Itu hanya sebagai wadah bagaimana cerminan kita dalam menghadapi ujian yang sesungguhnya, yaitu the true imtihan tadi. Jadi bagaimana cara kita menghadapi ujian itu adalah ujian yang sebenarnya. Bagaimana niat kita, bagaimana usaha kita, melawan malas, no negative thinking, bersabar dan tawakkal atas nilai yang kita punya, dll. So, everythings its not simple like you want. Eits, jangan lupa Habluminallah nya juga perlu peningkatan pasti. Karena semua ada dalam kendali Allah. Our effort its nothing if not with Dua. Ingat itu ya Samsuners. Semoga kita bisa lulus the true imtihan itu. Okee ;)

Mia Siti Nurazizah
Mahasiswa Indonesia Jurusan Ilahiyat
di Samsun, Turki

0 komentar :

Mengenal Ondokuz Mayis University di kota Samsun


Ondokuz Mayis University atau yang diartikan ke dalam bahasa Indonesia Universitas 19 Mei didirikan pada tahun 1975 di Samsun.  Sebuah kota dengan pelabuhan International yang letaknya di utara Turki, tepatnya di pantai laut hitam. Universitas ini dinamakan 19 Mei karena berkaitan dengan sejarah pada permulaan tanggal tatkala itu orang-orang turki memulai perang kemerdekaan  yang dipimpin oleh Mustafa Kemal Attaturk sebagai pencetus Republik Turki.

Kampus ini tersebar di beberapa wilayah sekitar Samsun. Kampus pusat berlokasi di Kurupelit. Kampus Kurupelit ini terletak diatas tanah seluas kurang lebih 10.000 hektar dengan pemandangan laut hitam di salah satu sisinya, dan gunung national Koca Dağı disisi lainnya, yang terkenal di kalangan masyarakat sebagai tempat untuk jalan-jalan tahunan nasional.

Dengan jumlah total sekitar 40.000 mahasiswa dan 2.000 staff akademik, Ondokuz Mayis University adalah salah satu di antara Universitas terdepan di Turki dalam hal kualitas dan jumlah staff, fasilitas dan infrastruktur akademik dan sosial, penyesuain akomodasi, transportasi, fasilitas olahraga, lingkungan budaya dan sosial. Universitas ini juga menyediakan ketepatgunaan dan produktivitas lingkungan kepada kedua pelaku pembelajaran  yaitu staff akademik dan mahasiswa.


Univeritas ini terdiri dari 15 fakultas yaitu: aeronautika dan ilmu luar angkasa, pertanian, arsitek, ilmu seni dan ilmu pengetahuan, komunikasi, theology, kedokteran gigi, ilmu ekonomi dan administrasi, pendidikan, teknik, seni rupa, ilmu hukum, kedokteran, pariwisata dan kedokteran hewan. 1 konservatori (OMU Samsun State Conservatoire). 3 sekolah tinggi ( sekolah tinggi penerbangan sipil, bahasa asing, dan kesehatan Samsun). 11 sekolah kejuruan. Dan 5 sekolah pascasarjana (sekolah pascasarjana ilmu pendidikan, seni rupa,ilmu kesehatan, ilmu pengetahuan alam dan ilmu sosial).

Terlebihnya di lokasi kampus pula tepatnya berdampingan dengan fakultas kedokteran,terdapat rumah sakit utama kota Samsun yang dimana fakultas kedokteran dan kedokteran gigi langsung berperan  didalam melayani penduduk seluruh wilayah Samsun, baik fakultas memberikan pengobatan disemua bidang kesehatan dan perawatan gigi.

Dikarnakan terbangun di atas  tanah yang luas, Ondokuz mayis University memiliki tata letak pergedungan yang agak berjauhan, tapi universitas ini memberikan pelayan otobus keliling kampus dengan gratis kepada para mahasiswa, staff pengajar dan para pekerja di dalamnya. Di lokasi kampus  terdapat pula asrama Pemerintah yang dapat ditinggali oleh para mahasiswa. Mereka mendapatkan kamar, pelayanan kebersihan, serta subsidi  makan dari Pemerintah. Bagi yang senang dalm berolahraga Ondokuz Mayis University juga menyediakan fasilitas olahraga yang lumayan lengkap; mulai dari tempat fitness, tenis, voli, basket dan sepak bola.



Dalam hal  transportasi sekitar kota, para mahasiswa dapat berkeliling sekitar kota dengan mudah, terdapat tramvay atau semacam kereta yang melintas di sepanjang kota bagian samsun atau bisa juga dengan otobus yang dimana keduanya menggunakan system modern yang mempermudah para mahasiswa beserta penduduk kota Samsun. kota Samsun sendiri memiliki iklim cuaca yang bisa dibilang tidak terlalu ekstrim jika dibandingan dengan kota kota lain yang ada di Turki, bahkan mahasiswa Indonesia yang tinggal di kota ini bilang Samsun adalah Indonesianya turki, laut karadeniz atau laut hitam dapat menjadi tempat refreshing bagi mahasiswa yang sedang membutuhkan hiburan atupun ketenangan, di samping itu pula terdapat taman kota yang biasa digunakan sebagai tempat makan bareng teman-teman atau kumpul bareng dalam suatu kegiatan.
Hingga tahun 2014 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Ondokuz Mayis University berjumlah 20 orang dengan jurusan dan semester yang berbeda; dari mulai biologi, matematika, kimia, tehnik sipil, kedokteran dan Islamic theology. Dan ada pula 4 ibu warga Negara Indonesia yang menikah dengan orang berkebangsaan Turki, serta mereka tinggal di kota Samsun ini.

Demikianlah sedikit tulisan tentang penjelasan Ondokuz Mayis University, beserta sedikit penjelasan tentang lingkungan kota dan warga Negara Indonesia yang tinggal di kota samsun baik sebagai pelajar dan para ibu-ibu yang telah menikah dengan  warga Negara Turki.

Muhsin Abdul Hadi
Mahasiswa Indonesia Jurusan Ilahiyat
di Samsun, Turki

0 komentar :